Suara.com - Presiden Madura United, Achsanul Qosasi menilai posisi Syarif Bastaman sebagai Ketua Satuan Tugas alias Satgas Timnas Indonesia menyalahi statuta PSSI edisi 2019. Hal tersebut diungkapkan Achsanul di akun Instagram miliknya, @Achsanul_q.
Statuta yang diduga dilanggar oleh Syarif adalah pasal 64 ayat 3, di mana tertulis Komite Pemilihan adalah badan independen di PSSI bersama dengan Komite Audit dan Komite Kepatuhan. Anggotanya dilarang terlibat dalam aktivitas eksekutif di PSSI.
Syarif Bastaman pernah menjadi Ketua Komite Pemilihan PSSI pada 2019. Saat itu ia menyaring nama-nama calon Ketua Umum hingga calon anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI untuk periode 2019-2023.
"Anggota Komite Pemilihan serta anggota keluarga terdekatnya tidak diperbolehkan melakukan aktivitas yang ada hubungannya dengan tugas dan fungsi eksekutif di PSSI, salah satu anggota PSSI, liga atau klub (termasuk salah satu perusahaan atau organisasi yang terafiliasi), tidak pernah atau mempunyai hubungan bisnis apapun dengan PSSI" begitu bunyi pasal tersebut.
"Kalaupun sudah mengundurkan diri, tetap menyisakan pertanyaan. Karena selama periode kekuasaan, Ketua KPU (Komisi Pemilihan Umum) tak boleh (tak etis) mundur untuk menjadi menteri," demikian pernyataan Achsanul Qosasi.
"Pak Syarif Bastaman dulu adalah Ketua Komite Pemilihan saat Pemilihan Ketum terpilih saat ini. Ketua Komite Pemilihan itu memang tidak boleh berniat menjadi pengurus dalam periode kepengurusan yang pernah diseleksinya," tambahnya.
"Itulah gunanya aturan dibuat, untuk diikuti. Kalaupun mau dilanjut ya tidak apa-apa. Saya hanya mengingatkan agar semua berjalan baik dan tidak muncul pertanyaan."
Menanggapi hal tersebut, Syarif Bastaman mengaku jabatannya saat ini tidak menyalahi aturan. Sebab, dirinya sudah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Komite Pemilihan PSSI.
Ia mundur terhitung sejak Mei 2020 lalu. Bahkan, pengunduran dirinya pun telah disetujui oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Liga Italia Pekan ke-27, Juventus Mentas Dini Hari Nanti
"Saya sudah mengundurkan diri dari Ketua Komite Pemilihan PSSI sejak 8 Mei 2020 lalu dan ini sudah diterima oleh PSSI. Jadi menurut saya dan PSSI, ketika saya menjabat sebagai Ketua Satgas Timnas Indonesia itu tidak rangkap jabatan," papar Syarief.
Berita Terkait
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Nasib Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 di Tangan Singapura, Erick Thohir Singgung Target
-
Mirip-mirip Kantor PSSI Era Jokdri, Kantor KFA Digerebek Polisi Usut Dugaan Nepotisme
-
Ditekuk Vietnam, PSSI Bakal Rekrut Pemain Arsenal hingga Stuttgart ke Timnas Indonesia?
-
PSSI Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir Singgung Bantuan Rp88 Miliar dari FIFA
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung