Iran Mau Jual Kapal Sitaan AS dan Israel di Selat Hormuz, Duitnya untuk Korban Perang

Rabu, 23 September 2026 | 10:25 WIB
Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)
BACA 10 DETIK
  • Iran akan menjual kapal komersial Amerika Serikat dan Israel yang disita di Selat Hormuz.

  • Seluruh hasil lelang kapal digunakan untuk membiayai keluarga yang terdampak serangan militer.

  • Penyitaan terjadi usai penutupan Selat Hormuz akibat gempuran AS-Israel sejak 28 Februari.

Suara.com - Iran mematangkan rencana pengalihan aset hasil sitaan kapal-kapal komersial yang terhubung dengan Amerika Serikat dan Israel di Selat Hormuz serta kawasan Teluk. Seluruh dana yang terkumpul dari proses lelang ini diarahkan langsung guna meringankan beban finansial keluarga yang terkena dampak langsung gempuran militer.

Langkah hukum pengambilan aset asing tersebut dieksekusi setelah mengantongi kekuatan hukum tetap melalui penetapan vonis hakim di pengadilan setempat. Otoritas penegak hukum kini memfokuskan penggunaan dana penyitaan untuk program pemulihan sosial ekonomi bagi para korban terdampak.

Kebijakan pelelangan armada laut komersial ini sekaligus menandai babak baru strategi Teheran dalam merespons kerugian material akibat eskalasi militer di wilayah selatan. Penilaian nominal kapal dilakukan secara bersamaan dengan penghitungan kerusakan infrastruktur sipil di kawasan pesisir.

ilustrasi Selat Hormuz (Google Gemini)

“Hasil penjualan kapal-kapal tersebut akan digunakan untuk membantu individu dan keluarga yang terdampak perang,” kata Abdollianpour, dikutip dari Anadolu.

Tim independen dan jajaran ahli hukum telah diturunkan ke lapangan untuk mengalkulasi nilai kerusakan bangunan serta fasilitas publik secara terperinci.

Fokus pendataan kerusakan diutamakan pada wilayah Provinsi Hormozgan dan zona sekitarnya yang mengalami dampak gempuran paling parah.

Aksi penyitaan kapal komersial oleh otoritas militer Iran tidak lepas dari eskalasi perang terbuka yang diinisiasi oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari lalu.

Agresi militer tersebut melumpuhkan berbagai titik strategis dan mengorbankan ribuan nyawa warga sipil Teheran.

Sebagai bentuk aksi balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan rudal balistik serta pesawat nirawak (drone) ke sejumlah instalasi vital di kawasan Timur Tengah. Respon militer tersebut dibarengi dengan penutupan penuh akses navigasi Selat Hormuz yang merupakan jalur perlintasan utama energi dunia.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com