Suara.com - Persipura Jayapura memilih Malang sebagai homebase alias kandang di lanjutan kompetisi Liga 1 2020, yang akan kembali bergulir 1 Oktober nanti. Alasannya lantaran venue serta tempat latihan di kota tersebut cukup baik.
Hal ini diungkapkan oleh asisten manajer Persipura Jayapura, Bento Madubun. Namun, ia tidak menyebut secara detil, stadion mana di Malang yang bakal dipakai sebagai kandang Persipura saat Liga 1 2020 restart nanti.
Seperti diketahui, Malang punya dua stadion yang biasa dipakai untuk pertandingan Liga 1, Stadion Kanjuruhan dan Gajayana.
"Saya sampaikan keputusan Persipura Jayapura, yaitu memilih homebase di Malang," kata Bento dalam rilis Persipura yang diterima Suara.com, Sabtu (8/8/2020).
"Kenapa Malang? Tentu ada beberapa pertimbangan yang menjadi acuan manajemen Persipura, termasuk pertimbangan stadion, lapangan latihan, dan lain-lain," ia menjelaskan.
Ini berarti Tim Mutiara Hitam --julukan Persipura-- menjadi klub pertama yang tidak memilih Yogyakarta sebagai homebase untuk lanjutan Liga 1 2020.
Seperti diketahui, klub-klub peserta Liga 1 2020 dari luar Pulau Jawa sebagian besar memilih bermarkas di Yogyakarta dan sekitarnya saat kompetisi restart.
Berita Terkait
-
Jadwal Hidup Mati Championship, Garudayaksa FC vs PSS Sleman di Final, Persipura Tantang Adhyaksa FC
-
Satu Tiket Promosi ke Super League Diperebutkan Persipura dan Adhyaksa FC, Catat Jadwalnya!
-
Pelatih Persiku Doakan Persipura Jayapura Promosi ke Super League
-
Jelang Final FIFA Series 2026, Pelatih Bulgaria Punya 3 Fakta Menarik!
-
Manajer PSS Sleman Ungkap Kondisi Pemain Jelang Lawan Persipura Jayapura
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA: Sesuai Pasar Amerika Utara
-
Pavel Nedved Si Meriam Ceko: Jenderal Lapangan Tengah dengan Tendangan Roket Mematikan
-
Metode Matematika Prediksi Cristiano Ronaldo Menangis di Final Piala Dunia 2026, Siapa Juaranya?