Suara.com - Pemain Bhayangkara FC, Ruben Sanadi, mengaku bakal berjuang 100 persen untuk klub meski Liga 1 2020 nanti tanpa degradasi. Ia menyebut berjuang sampai akhir adalah tanggung jawab seorang pesepakbola.
Seperti diketahui, lanjutan Liga 1 musim ini memang sistem degradasi dihapuskan. Dihilangkannya aturan itu dengan alasan supaya tidak ada yang merasa dirugikan karena kompetisi berlangsung di tengah pandemi COVID-19.
Agar tidak mengurangi atmosfer kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi bakal memberikan hadiah kepada pemenang dan runner up liga. Ini berbeda dari dua musim sebelumnya, di mana tidak ada hadiah uang tunai yang didapatkan.
"Kami di sini bisa berikan 100 persen kepada klub karena memang itu seharusnya. Soal ada dan tidak adanya degradasi itu sama saja," kata Ruben dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Kamis (3/9/2020).
"Karena ini memang merupakan tanggung jawab kami sebagai pemain untuk klub. Jadi harus 100 persen untuk klub, karena kita kerja untuk klub," ia menambahkan.
Meski begitu, Ruben menyebut Liga 1 musim ini bakal kurang greget karena tidak adanya degradasi. Namun, ia tidak terlalu mempermasalahkannya, asalkan kompetisi tetap bergulir.
"Kalau saya pribadi sih sebenarnya merasa agak sedikit kurang bergengsi. Tapi tidak ada masalah sih, yang penting kita sendiri pikirkan klub bagaimana nanti," ucapnya.
Lebih dari itu, eks penggawa Persebaya Surabaya tersebut tidak khawatir terkait Liga 1 yang bergulir di tengah wabah corona. Sebab, bakal ada protokol kesehatan ketat yang dilakukan.
"Saya tidak ada masalah, kami harus ikuti aturan protokol kesehatan lalu kita jalani. Terutama jangan lupa berdoa dan tetap jaga kesehatan," pungkasnya.
Baca Juga: Beredar Jadwal Lanjutan Liga 1 2020, PSS vs Persebaya Jadi Laga Pembuka
Liga 1 2020 akan kick off pada 1 Oktober mendatang. Kompetisi kasta teratas di Tanah Air itu dijadwalkan rampung 28 Februari 2021.
Berita Terkait
-
Paul Munster Resmi Bertahan di Bhayangkara FC, Siap Bangun Tim Lebih Garang Musim Depan
-
Kemenangan Jadi Harga Mati Bali United, Kado Penutup untuk Semeton Dewata
-
Buka Suara soal Dugaan Rasisme, Henry Doumbia: Saya Yakin dengan Apa yang Saya Dengar
-
Babak Baru Dugaan Rasisme Marc Klok, Laporan Wasit Malaysia Justru Ungkap Fakta Ini
-
Bojan Hodak Murka! Desak Bhayangkara FC Minta Maaf ke Marc Klok Soal Tuduhan Rasisme
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
Terkini
-
Kata-kata Virgil van Dijk Usai Belanda Tumbang dari Aljazair Dalam Persiapan Piala Dunia 2026
-
Persib Bandung Kirim Doa untuk Layvin Kurzawa
-
Murka Ronald Koeman Usai Belanda Ditekuk Aljazair di Rotterdam
-
Viral! Jingkrak-jingkrak dan Tangis Pemain Klub Korut Saat Bertemu Kim Jong-un
-
Mau Jersey Legendaris Pele saat Final Piala Dunia 1958? Cukup Siapkan Uang Segini
-
FIFA Harus Bertindak! Pemain Timnas Putri Palestina Diseret Israel ke Penjara
-
Belanda Takluk dari Aljazair, Alaram Bahaya De Oranje Jelang Piala Dunia 2026
-
Lepas Bek Layvin Kurzawa, Persib Bandung Ucap Pesan Menyentuh
-
Mengejutkan! Mirza Mustafic Tinggalkan Bali United, Ekspatriat Kedua yang Hengkang
-
Bawa Nama PSIM Yogyakarta, Rahmatzoda Merasa Terhormat Kembali ke Timnas Tajikistan