Suara.com - Pelatih Barcelona Ronald Koeman telah menyarankan gelandang berbakat Riqui Puig harus meninggalkan klub sebagai pemain pinjaman.
Gelandang berusia 21 tahun tersebut telah dikaitkan dengan kepindahan dari Barca, ia tidak masuk dalam skuat Barcelona saat menang 1-0 dalam pertandingan Joan Gamper Trophy pada Minggu dini hari WIB atas Elche di Camp Nou.
Riqui Puig bergabung dengan La Masia pada 2013 dan melakukan debut La Liga pada awal 2019 sebelum membuat 12 penampilan di semua kompetisi untuk tim utama musim lalu.
Koeman mengatakan bahwa Puig adalah bagian dari rencananya, tetapi sang gelandang harus mencari peluang jangka pendek di tempat lain agar mendapatkan waktu bermain lebih banyak.
"Tidak benar bahwa (Riqui Puig) tidak ada dalam rencana kami. Saya berbicara dengannya kemarin. Saya berbicara dengan para pemain muda - mereka harus bermain. Mereka tidak bisa tidak bermain," kata Koeman melalui Marca pada Minggu (20/9).
"Ia, (Carles) Alena, Pedri ... saya sudah memberi tahu mereka bahwa ini sulit bagi mereka dan ada banyak persaingan. Tidak lebih," lanjutnya seperti dimuat Antara.
"Saya telah memberi tahu (Riqui Puig) bahwa ia memiliki masa depan di sini, tetapi itu tergantung pada pemainnya. Saya menyarankan ia pergi dengan status pinjaman. Pada usia 20 tahun, para pemain muda harus bermain. Mereka bisa terjebak untuk jangka waktu tertentu."
Barcelona berhasil menang atas Elche di Joan Gamper Tropy berkat gol Antoine Griezmann.
Sedangkan, Coutinho kembali dari masa pinjamannya di Bayern Munich dan Koeman berharap dapat melihat kreatifitas sang pemain untuk timnya.
Baca Juga: Hasil Barcelona Vs Elche: Barca Menang 1-0 Berkat Gol Cepat Griezmann
“Mari berharap kita bisa melihat versi terbaiknya (Coutinho). Bagi saya, ia pemain hebat,” kata pelatih Belanda itu. "Ia bekerja dengan baik secara fisik dan dengan bola. Ia pemain penting untuk tim."
Pemain asal Brasil itu sendiri senang bisa kembali ke Camp Nou dan nampaknya bertekad akan memberikan pengaruh besar di klub musim ini.
"Saya sangat senang. Saya merindukan bermain di stadion ini," kata Coutinho kepada Barca TV pasca pertandingan.
Berita Terkait
-
FC Barcelona 4-1 CE Europa: Sinyal Era Baru Hansi Flick Mulai Terlihat
-
Resmi Tinggalkan Dortmund, Karim Adeyemi Hijrah ke Barcelona: Awal Gemilang
-
Karim Adeyemi Tinggalkan Dortmund, Resmi Bergabung dengan Barcelona
-
Barcelona Berpotensi Terima Rp63 Miliar dari FIFA Berkat Kontribusi Pemain di Piala Dunia 2026
-
Barcelona Siapkan Opsi Alternatif di Tengah Sulitnya Negosiasi Julian Alvarez
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya
-
Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026
-
Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan
-
IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya