Bola / Liga Spanyol
Jum'at, 23 Oktober 2020 | 19:14 WIB
Laga El Clasico jilid pertama antara Barcelona vs Real Madrid harus berakhir imbang 0-0. (JOSE JORDAN / AFP)
Pelatih Barcelona Ronald Koeman (kanan) menyalami Lionel Messi usai menjamu Villarreal di Camp Nou dalam lanjutan Liga Spanyol. Josep LAGO / AFP

"Kartu merah itu jelas buruk bagi kami, tapi kami terbiasa bermain dengan situasi timpang. Itu terjadi dalam laga melawan Celta Vigo dan sekali lagi hari ini," kata Koeman dalam komentar purnalaga dilansir laman resmi UEFA, Rabu (21/10/2020).

Ousmane Dembele yang seolah hanya memiliki waktu hingga jendela transfer musim dingin untuk memenangkan kepercayaan kembali dari Barcelona, mencetak satu gol setelah masuk sebagai pemain pengganti di laga kontra Ferencvaros.

Messi selalu tampil penuh seperti di pertandingan-pertandingan lain, Coutinho perlahan menjanjikan performa yang membuat Barcelona kepincut beberapa tahun silam, Fati terus naik daun.

Jika ini bisa disebut keuntungan, Griezmann diistirahatkan penuh dalam laga kontra Ferencvaros, sehingga ia bisa dalam keadaan bugar jika dipercaya tampil dalam El Clasico besok.

Sebagai juru taktik Barcelona, Koeman punya rekor apik di El Clasico ketika masih berseragam Blaugrana dengan mencatatkan enam kemenangan dan tiga hasil imbang dalam 14 pertemuan kontra Real Madrid.

Ia bahkan mengemas dwigol lewat titik putih saat memainkan El Clasico pertamanya pada 7 Oktober 1989, yang berakhir dengan kemenangan 3-1.

Setidaknya sembilan pemain Barcelona berpeluang untuk menandai debut El Clasico mereka dengan kemenangan yakni Neto, Dest, Ronald Araujo, Junior Firpo, Miralem Pjanic, Matheus Fernandes, Riqui Puig, Pedri dan Trincao. Tentunya jika mereka mendapat kepercayaan dari Koeman.

Kendati memasuki El Clasico dengan menempati peringkat kesembilan klasemen, Barcelona bisa melompati Real Madrid yang ada di posisi ketiga jika meraih kemenangan, mengingat kedua tim hanya terpaut tiga poin dan tim besutan Koeman sudah punya keunggulan selisih gol.

Real Madrid tengah terpuruk

Baca Juga: Kerap Cedera, Karier Eden Hazard di Real Madrid Diyakini Sudah Habis

Jika drama di Barcelona berlarut-larut sejak jeda musim, Real Madrid saat ini baru saja menerima kenyataan pahit.

Berstatus juara bertahan di musim penuh pertama tenor kedua Zinedine Zidane, Real Madrid menyongsong Liga Spanyol 2020/21 tanpa satu pembelian pun.

Mereka bahkan menjual bek sayap muda calon bintang Achraf Hakimi, meminjamkan banyak pemain belia seperti Takefusa Kubo, Reinier dan Brahim Diaz.

Namun, di bursa transfer Real Madrid melakukan langkah-langkah penting seperti mengeluarkan James Rodriguez dan Gareth Bale dari skuat mereka.

Real Madrid dikalahkan Cadiz di Estadio Alfredo Di Stefano, Minggu (18/10/2020). [AFP]

Kendati mengawali musim dengan hasil imbang tanpa gol, Real Madrid perlahan mengamankan tiga kemenangan beruntun untuk menanjak ke puncak klasemen jelang jeda internasional.

Sekembalinya dari jeda internasional, Real Madrid justru terpeleset menelan kekalahan memalukan 0-1 dari tim promosi Cadiz pekan lalu.

Tak hanya kekalahan dan posisi puncak klasemen yang terlepas dari genggaman, sang kapten Sergio Ramos --yang semusim terakhir mengambil alih peran sebagai azimat Real Madrid sepeninggal Cristiano Ronaldo-- harus menepi lebih awal karena cedera lutut kiri.

Ramos juga tak tampil ketika Real Madrid memulai musim mereka di Liga Champions dan absennya sang azimat anyar berujung kekalahan lain yang tak kurang mengejutkan.

Menjamu Shakhtar Donetsk yang tak diperkuat delapan pemain tim utama karena terinfeksi COVID-19, Real Madrid dipecundangi 2-3 oleh wakil Ukraina itu.

Dua kekalahan di kandang dalam dua pertandingan beruntun membuat Zidane menyadari bahwa para pemainnya didera krisis kepercayaan diri.

Pemain Real Madrid Marcelo terlihat kesat setelah pemain Shakhtar Donetsk Manor Solomon (kiri) mencetak gol dalam pertandingan Grup B Liga Champions yang berlangsung di Estadio Alfredo Di Stefano, Rabu (21/10/2020). [AFP]

"Kami kekurangan segalanya hari ini, tetapi yang terburuk adalah kami tak punya kepercayaan diri," kata Zidane selepas pertandingan pada Rabu (21/10/2020).

Walau demikian, Zidane menegaskan bahwa masa-masa sulit adalah sebuah keniscayaan dari sepak bola dan ia pribadi masih menuntut para pemain untuk mengangkat tim dari keterpurukan.

"Saya merasa kasihan kepada para pemain, kami memenangi banyak hal untuk saya dan mereka tidak pantas mendapatkan hasil semacam ini. Tapi inilah sepak bola, satu hari segalanya kelabu dan selanjutnya matahari terbit bersinar," katanya seperti dimuat Antara.

Terbitnya matahari itu bukan saja ditunggu oleh para penggemar Real Madrid, yang mungkin berharap timnya bisa kembali ke puncak klasemen.

Namun juga, sinar matahari dibutuhkan seluruh penikmat sepak bola seluruh penjuru bumi untuk mencerahkan hari-hari mereka yang masih kelabu karena pandemi.

Load More