Suara.com - Manajer Tottenham Hotspur Jose Mourinho tidak ingin berharap banyak kepada Gareth Bale, dengan mengatakan bahwa pemain asal Wales itu tidak bisa seeksplosif seperti saat meninggalkan Liga Premier untuk bergabung dengan Real Madrid tujuh tahun lalu.
"Tujuh tahun adalah jarak yang panjang, maka pemain mana di dunia yang sama seperti dia tujuh tahun lalu? Terkadang mereka tidak lebih baik atau lebih buruk, hanya menjadi pemain yang berbeda," kata Mourinho kepada wartawan seperti dikutip Reuters, Sabtu (31/10/2020).
Bale yang berusia 31 tahun, kembali ke Tottenham dengan status pinjaman dari klub Spanyol itu. Ia kini sedang membangun kebugarannya dan telah memainkan tiga pertandingan pada semua kompetisi musim ini, termasuk saat timnya kalah 0-1 pada Liga Europa, Kamis, oleh pemimpin Liga Belgia Royal Antwerp.
Mourinho mengatakan sebelum pertandingan itu bahwa Bale siap untuk "terbang", tapi pelatih asal Portugal itu lebih terukur dalam penilaiannya menjelang pertandingan liga, Minggu (1/11/2020), melawan Brighton & Hove Albion.
"Anda lihat contohnya (Cristiano) Ronaldo dan (Lionel) Messi dan bandingkan mereka dengan tujuh tahun lalu. Mereka bermain di area berbeda, posisi berbeda."
"Mereka mengubah kualitas mereka, berusaha mengeksplorasi kualitas mereka dalam tanggung jawab berbeda pada sistem taktik tim mereka. Saya pikir ini terjadi pada mayoritas pemain. Jadi pasti dia pemain yang berbeda," kata Mourinho.
Mourinho mendukung Bale untuk memperoleh kembali bentuk terbaiknya dengan lebih banyak waktu bermain.
"Setiap kata yang saya ucapkan pada Rabu saya yakin, karena ia bekerja keras, ia meningkat, ia tidak punya satu cedera pun sejak ia pulih dari cedera yang terakhir," sambung Mourinho.
"Ia tidak melewatkan satu menit pun dari sesi latihan. Untuk bermain 90 menit masih sulit, untuk memainkan intensitas tinggi masih susah, tapi ia mengalami peningkatan dan semoga ia akan kembali ke level yang lebih baik segera," lanjutnya seperti dimuat Antara.
Baca Juga: Liga Premier Pangkas Jatah Pergantian Pemain, Klopp dan Guardiola Geram
Berita Terkait
-
Kabar Langit bagi Chelsea: Dua Bintang Besar Pulih Jelang Lawan Liverpool
-
Jose Mourinho Coret Spanyol, Jagokan Dua Negara Ini Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Stadion Etihad Ganti Nama Jelang Manchester City vs Brentford, Kenapa?
-
Eksodus Bintang Anfield: Owen Sebut Liverpool Butuh 'Operasi' Besar usai Ditinggal Mohamed Salah
-
Casemiro Berpotensi Gabung Inter Miami
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati
-
Persija Terusir dari Jakarta, Paulo Ricardo Tetap Pasang Target Bungkam Persib
-
Timnas Indonesia Lawan Oman dan Mozambik di GBK Untuk Dongkrak Ranking FIFA Juni 2026
-
Marc Klok Persilakan Bobotoh Hadir, Jakmania Layangkan Protes Keras ke Erick Thohir
-
Persija Punya Modal Berharga Buat Bongkar Pertahanan Persib Bandung
-
Donald Trump Serang FIFA: Harga Tiket Piala Dunia 2026 Kemahalan!
-
Profil Timnas Ekuador: Kuda Hitam Piala Dunia dengan Regenerasi Pemain Muda Berbakat