Suara.com - Wakil Jerman, RB Leipzig berhasil bangkit dan membalikkan keadaan saat mereka menekuk sang tamu, yakni raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor 2-1 dalam laga matchday 3 Grup H Liga Champions 2020/2021 di Red Bull Arena, Leipzig, Kamis (5/11/2020) dini hari WIB.
PSG mencetak gol terlebih dahulu dalam waktu enam menit melalui tendangan akurat Angel Di Maria, sedangkan dua gol RB Leipzig dicetak Christopher Nkunku (41') dan Emil Forsberg (57').
PSG sendiri terpaksa bermain dengan sembilan pemain setelah Idrissa Guaye dan Presnel Kimpembe diganjar kartu merah.
PSG mencetak gol cepat di menit keenam yang berawal saat Moise Kean memaksa Dayot Upamecano melakukan kesalahan dan merebut bola sebelum mengoper ke Angel Di Maria. Pemain asal Argentina tersebut dengan tenang menaklukkan kiper Peter Gulacsi.
Leipzig merespons dua menit kemudian melalui umpan tarik Christopher Nkunku yang disambar Amadou Haidara, tetapi Keylor Navas masih bisa menepis bola.
Les Parisiens hampir menggandakan keunggulan ketika dihadiahi penalti setelah tembakan Kean mengenai lengan Upamecano. Di Maria maju sebagai eksekutor, tetapi tembakannya ke arah kiri masih bisa terbaca oleh Gulacsi.
PSG terus memberikan tekanan sehingga Leipzig sedikit sulit untuk membangun serangan mereka. PSG sempat mencetak gol kedua di menit ke-39 lewat kaki Di Maria, akan tetapi dianulir wasit karena sudah berada di posisi offside.
Leipzig di menit ke-41 mampu menyamakan kedudukan. Tuan rumah membangun serangan di sekitar kotak penalti, lalu Angelino menusuk dan melepaskan umpan tarik yang diselesaikan dengan tembakan mendatar oleh Nkunku.
Leipzig kembali membuat percobaan melalui Dani Olmo di menit ke-45, sayangnya bola masih melambung. Skor tetap imbang 1-1 hingga babak pertama berakhir.
Baca Juga: Hasil Liga Champions: Dua Penalti Timo Werner Bawa Chelsea Gulung Rennes
Leipzig menciptakan peluang di menit ke-54 melalui serangan balik. Forsberg memulai serangan itu dengan melewati Danilo Pereira, lalu melepaskan sepakan yang masih melambung.
Leipzig memiliki peluang membalikkan keadaan saat mereka mendapatkan penalti setelah umpan Angelino kepada Forsberg mengenai lengan Kimpembe.
Forsberg mengambil tendangan tersebut dan berhasil mencetak gol dengan mengarahkan bola ke pojok kiri bawah.
Malapetaka menghampiri PSG ketika Guaye mendapatkan kartu kuning kedua di menit ke-59 setelah berduel dengan Haidara.
Unggul jumlah pemain dimanfaatkan Leipzig, ketika mereka hampir saja menambah gol di menit ke-82. Tendangan bebas memicu kemelut di pertahanan PSG dan Nkunku melepaskan tembakan yang masih melenceng dari gawang.
Kehilangan pemain membuat PSG sulit membangun serangan dan tim tuan rumah terus mendesak mereka.
PSG mendapatkan kesempatan dari tendangan bebas di menit ke-92. Namun, upaya Di Maria meluncur tepat ke arah Gulacsi.
Leipzig punya peluang untuk menambah gol semenit kemudian dari serangan balik saat Yussuf Poulsen berdiri dalam posisi bebas. Namun, Kimpembe masih bisa memblokir bola sebelum Poulsen sempat melepaskan tembakan.
PSG harus kehilangan satu pemain lagi di menit ke-95 ketika Kimpembe menerima kartu kuning kedua saat menghentikan serangan balik Leipzig.
Kehilangan dua pemain tidak mampu dimanfaatkan Leipzig untuk menambah keunggulan. Skor 2-1 bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.
Dengan kemenangan ini, Leipzig naik ke posisi kedua klasemen sementara Grup H dengan raihan enam poin dari tiga laga. Mereka hanya kalah selisih gol dari Manchester United yang dini hari tadi takluk 1-2 dari Istanbul Basaksehir.
Sementara itu, PSG masih tertahan di posisi ketiga klasemen usai baru mengoleksi tiga poin dari tiga pertandingan. Mereka hanya unggul selisih gol atas Basaksehir.
Susunan pemain:
RB Leipzig (3-5-2): Peter Gulacsi; Ibrahima Konate, Willi Orban, Dayot Upamecano; Nordi Mukiele (Henrichs 64'), Marcel Sabitzer (Kampl 90'), Amadou Haidara (adams 76'), Angelino; Christopher Nkunku, Emil Forsberg (Justin Kluivert 76'), Dani Olmo (Yussuf Poulsen 64').
Pelatih: Julian Nagelsmann
PSG (4-4-3): Keylor Navas; Alessandro Florenzi (Rafinha 84'), Danilo Pereira, Presnel Kimpembe, Layvin Kurzawa (Bakker 73'); Ander Herrera, Idrissa Gueye, Marquinhos; Pablo Sarabia (Thilo Kehrer 73'), Moise Kean, Angel Di Maria.
Pelatih: Thomas Tuchel
[Antara]
Berita Terkait
-
RESMI! Liga Champions Asia Ditunda Buntut Perang AS-Iran
-
Respons Pep Guardiola Soal 4 Pemain Man City Puasa Ramadan Lawan Real Madrid di Liga Champions
-
3 Wakil Inggris vs 3 Klub Laliga, Siapa Lolos ke Perempatfinal Liga Champions?
-
Prediksi Superkomputer Hasil Drawing 16 Besar: Arsenal Favorit Juara, Real Madrid Tersingkir
-
Lawan Bayern Munich di 16 Besar, Atalanta Ogah Gemetar Hadapi Harry Kane Cs
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
Terkini
-
Dipanggil PSSI! 3 Wonderkid Persib Gabung TC Timnas Indonesia U-20 di Surabaya
-
3 Laga 8 Hari! Dewa United Dihajar Jadwal Neraka, PSSI Beri 'Bantuan' Jelang Duel Asia
-
Pelatih Almeria Ingin Rekrut Cristiano Ronaldo
-
Jelang Duel Papan Atas BRI Super League, Persija Jakarta Punya Keyakinan Lebih Libas Borneo FC
-
Percaya Diri Tinggi, Ramon Tanque Optimis Raih Kemenangan Lawan Persebaya Surabaya
-
Penalti Penentu Kevin Diks! Gladbach Akhiri Tren 7 Laga Tanpa Kemenangan
-
Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab
-
Jadi Pahlawan Kemenangan, Kevin Diks: Kami Menjalani Masa Sulit
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Tertantang Gabung Tim Super League Terancam Degradasi
-
Aman di Tengah Perang AS-Iran, Dewa United Tetap Bisa Tampil di AFC Challange League