Suara.com - Mantan penyerang Timnas Inggris dan Liverpool, Michael Owen, membagikan tips kepada pesepakbola muda Indonesia untuk menjadi atlet profesional.
Salah satu saran yang diberikan pemain yang juga pernah membela Manchester United itu adalah jangan pernah menjadikan sepakbola sebagai hobi semata.
Hal tersebut dikatakan Owen ketika menjadi salah satu pembicara di international video converence bertajuk Indonesia Youth Football Development (IYOFD).
Acara tersebut diselenggarakan oleh Deputi III Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), beberapa waktu lalu.
IYOFD yang diselenggarakan oleh Deputi III Kemenpora ini dimaksudkan sebagai salah satu program untuk mendukung Instruksi Presiden (Inpres) Nomor III Tahun 2019 terkait Percepatan Pembangunan Sepakbola Nasional.
Diskusi ini juga dihadiri oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Menpora Zainudin Amali, mantan pemain Timnas Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto, dan mantan bintang Chelsea Dennis Wise ini.
IYOFD diharapkan bisa jadi inspirasi dalam merancang program-program pendukung Percepatan Pembangunan Sepakbola Nasional.
Menurut Owen, pemain muda Indonesia sudah seharusnya mensyukuri bahwa mereka punya bakat dalam hal kecepatan. Pasalnya, ini menjadi salah satu faktor kunci sukses yang tidak dimiliki semua manusia.
"Kecepatan menjadi hal paling penting di sepakbola profesional. Kemudian Anda harus memiliki tubuh yang mampu melakukan koordinasi secara baik dalam melakukan gerakan. Sayangnya, kedua hal tersebut merupakan bawaan lahir," kata Owen dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Sabtu (7/11/2020).
Baca Juga: Kebut Persiapan Piala Dunia U-20, Segini Anggaran untuk Renovasi Stadion
"Barulah setelah memiliki kedua modal tersebut, Anda bisa menambahkan sejumlah aspek untuk bisa memiliki kemampuan bermain sepakbola yang baik," jelasnya.
Lebih lanjut, Owen menyarankan pemain muda Indonesia agar tak menjadikan sepakbola sebagai hobi semata. Tapi juga harus jadi bagian hidup, di mana menjadi kebutuhan sehari-hari.
"Jika ingin menjadi pesepakbola profesional, Anda tidak bisa menjadikan sepakbola sebagai hobi. Anda harus benar-benar hidup untuk bermain sepakbola," ucapnya.
"Sejak Anda bangun di pagi hari, harus ada hasrat untuk bermain, berlatih, dan bekerja keras dari dalam diri sendiri. Saya sendiri, sepakbola mengalir deras di darah saya, yang membuat saya sangat mencintai sepakbola," ia menambahkan.
Selain itu, mental juga menjadi faktor penting bagi para pemain muda Indonesia yang berhasrat untuk berlaga di pentas dunia. Dengan begitu, pemain bisa terus termotivasi meningkatkan kemampuannya.
"Saya pertama kali melakoni debut bersama Liverpool saat masih berusia 17 tahun. Kematangan mental yang saya miliki menjadi faktor penting yang akhirnya membuat saya bisa diberi kepercayaan untuk masuk ke skuat utama," ujarnya.
"Saya yakin kalau akan menjadi pesepakbola profesional. Itulah kenapa saya selalu berusaha berlatih untuk meningkatkan kemampuan saya dan bersemangat untuk melampaui halangan yang dihadapkan kepada saya," ia menambahkan.
Tidak hanya itu, disiplin dan pola hidup sehat juga merupakan bagian penting dalam pengembangan kemampuan pesepakbola usia muda.
"Selalu dengarkan apa kata pelatih, selalu memakan makanan sehat, tidur tepat waktu, bekerja keras, dan terus berlatih untuk meningkatkan kemampuan. Jika anda ingin menjadi pesepakbola profesional, maka Anda harus menjalani hidup sebagai pesepakbola profesional," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Man City vs Liverpool, Hujan Gol di Etihad?
-
Menunggu Talenta Berbakat dari Program Garuda Select Jilid Ketiga
-
Seleksi Akhir Rampung, Ini Daftar 26 Calon Pemain Garuda Select Jilid III
-
Ketum PSSI Bermimpi Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Senior
-
Ketum PSSI Ingin Sepak Bola Indonesia Mendunia, Seperti Jepang dan Korsel
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan