- Semih Sahin, bintang FC Kaiserslautern, menjalani Ramadan 2026 sambil berjuang dengan tantangan fisik sepak bola profesional Bundesliga 2.
- Sahin mengalami penurunan energi dan sakit kepala saat latihan karena puasa harian, tetapi latihan keras membantu melewati waktu puasa.
- Pemain berusia 26 tahun itu memutuskan tidak berpuasa saat laga tandang melawan Preußen Münster demi menjaga performa optimal.
Suara.com - Bintang FC Kaiserslautern, Semih Sahin, membagikan cerita menarik sekaligus penuh tantangan saat menjalani ibadah Ramadan di tengah tuntutan sepak bola profesional di Bundesliga 2.
Bagi Sahin, yang bermain di kompetisi kasta kedua Jerman pada Ramadan 2026 menjadi momen ujian fisik sekaligus mental. Namun ia menjalaninya dengan penuh kesadaran dan senyuman.
Dalam wawancara bersama SWR Sport, gelandang berusia 26 tahun itu mengakui puasa dari matahari terbit hingga terbenam bukan perkara mudah.
“Sebelum latihan memang terasa berat,” ujar Sahin.
Tanpa asupan makanan dan minuman sepanjang hari, energi jelas berkurang.
Ia juga mengaku merasakan sedikit penurunan tenaga saat sesi latihan. Bahkan sakit kepala akibat kurang cairan menjadi tantangan tersendiri.
Namun ada satu hal yang paling ia rindukan.
“Yang paling terasa itu kopi pagi,” katanya sambil tersenyum.
Meski begitu, Sahin menilai latihan keras justru membantu dirinya melewati waktu puasa.
Baca Juga: Diskon Besar hingga Transportasi Gratis! Ini Fasilitas Mudik ke Jakarta yang Ditawarkan Pemprov DKI
Setelah sesi latihan selesai, menurutnya, bagian terberat hari itu sudah terlewati dan waktu berbuka terasa lebih cepat datang.
Menariknya, Sahin memiliki pendekatan berbeda ketika memasuki hari pertandingan resmi. Untuk laga tandang melawan Preußen Münster, ia memilih tidak berpuasa.
“Karena kami menjalani laga tandang, saya tidak akan berpuasa,” jelasnya.
Keputusan tersebut diambil demi menjaga performa optimal di lapangan. Ia menegaskan, Ramadan tidak boleh mengganggu profesionalismenya sebagai pemain.
“Di hari pertandingan, saya memang tidak berpuasa.”
Meski Münster berada di papan bawah klasemen 2. Bundesliga, Sahin menolak meremehkan calon lawan.
Berita Terkait
-
Diskon Besar hingga Transportasi Gratis! Ini Fasilitas Mudik ke Jakarta yang Ditawarkan Pemprov DKI
-
Cerita Toleransi di Liverpool: Hugo Ekitike Puasa, Jeremie Frimpong Jadi Penjaga
-
YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Bingkisan, Berbagi Berkah Sepanjang Ramadan 1447 H
-
Pesan Tegas Karim Benzema: Puasa Ramadan Jangan Jadi Alasan Pemain Mokel
-
Cara Tukar Uang Baru di Bank BRI untuk Lebaran 2026, Simak Syarat dan Jadwal Lengkapnya
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Raphinha Sebut Barcelona Dirampok Wasit usai Tersingkir dari Liga Champions
-
Statistik Mewah Tak Cukup Bantu Liverpool Kalahkan PSG
-
Timnas Indonesia Masih Bisa Lolos Piala Dunia 2026? FIFA Dikabarkan Gelar Play-off Tambahan
-
Tak Gentar Polemik Paspoortgate, Striker Subur Ini Tetap Impikan Bela Timnas Indonesia
-
Jens Raven Menangis Haru Saat Dapat Panggilan Perdana Timnas Indonesia Senior
-
Persib Bandung di Puncak, Federico Barba Tekankan Pentingnya Jaga Momentum
-
Persija Jakarta Kembali Menang, Allano Lima Makin Percaya Diri Hadapi Sisa Musim
-
Siap Tikung Persib, Borneo FC Nyatakan 7 Laga Sisa sebagai Partai Final
-
Vincent Kompany Salut Ada Pelatih Perempuan di Bundesliga, Pertama dalam Sejarah
-
Manuel Neuer Masih Bingung, Perpanjang Kontrak atau Gantung Sepatu