Bola / Bola Dunia
Jum'at, 27 Februari 2026 | 20:00 WIB
Bintang FC Kaiserslautern, Semih Sahin, membagikan cerita menarik sekaligus penuh tantangan saat menjalani ibadah Ramadan di tengah tuntutan sepak bola profesional di Bundesliga 2. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Semih Sahin, bintang FC Kaiserslautern, menjalani Ramadan 2026 sambil berjuang dengan tantangan fisik sepak bola profesional Bundesliga 2.
  • Sahin mengalami penurunan energi dan sakit kepala saat latihan karena puasa harian, tetapi latihan keras membantu melewati waktu puasa.
  • Pemain berusia 26 tahun itu memutuskan tidak berpuasa saat laga tandang melawan Preußen Münster demi menjaga performa optimal.

Suara.com - Bintang FC Kaiserslautern, Semih Sahin, membagikan cerita menarik sekaligus penuh tantangan saat menjalani ibadah Ramadan di tengah tuntutan sepak bola profesional di Bundesliga 2.

Bagi Sahin, yang bermain di kompetisi kasta kedua Jerman pada Ramadan 2026 menjadi momen ujian fisik sekaligus mental. Namun ia menjalaninya dengan penuh kesadaran dan senyuman.

Dalam wawancara bersama SWR Sport, gelandang berusia 26 tahun itu mengakui puasa dari matahari terbit hingga terbenam bukan perkara mudah.

“Sebelum latihan memang terasa berat,” ujar Sahin.

Tanpa asupan makanan dan minuman sepanjang hari, energi jelas berkurang.

Ia juga mengaku merasakan sedikit penurunan tenaga saat sesi latihan. Bahkan sakit kepala akibat kurang cairan menjadi tantangan tersendiri.

Namun ada satu hal yang paling ia rindukan.

“Yang paling terasa itu kopi pagi,” katanya sambil tersenyum.

Meski begitu, Sahin menilai latihan keras justru membantu dirinya melewati waktu puasa.

Baca Juga: Diskon Besar hingga Transportasi Gratis! Ini Fasilitas Mudik ke Jakarta yang Ditawarkan Pemprov DKI

Setelah sesi latihan selesai, menurutnya, bagian terberat hari itu sudah terlewati dan waktu berbuka terasa lebih cepat datang.

Menariknya, Sahin memiliki pendekatan berbeda ketika memasuki hari pertandingan resmi. Untuk laga tandang melawan Preußen Münster, ia memilih tidak berpuasa.

“Karena kami menjalani laga tandang, saya tidak akan berpuasa,” jelasnya.

Keputusan tersebut diambil demi menjaga performa optimal di lapangan. Ia menegaskan, Ramadan tidak boleh mengganggu profesionalismenya sebagai pemain.

“Di hari pertandingan, saya memang tidak berpuasa.”

Meski Münster berada di papan bawah klasemen 2. Bundesliga, Sahin menolak meremehkan calon lawan.

“Kami tidak menilai lawan dari posisi klasemen. Mereka tim yang kuat dalam permainan,” tegasnya.

“Kalau kami menang, tentu bisa sedikit merayakan.”

Kontributor: Adam Ali

Load More