Suara.com - Liverpool tampil beringas saat menjamu Leicester City di laga kesembilan Liga Inggris, Senin (23/11/2020) dini hari WIB, seraya memecahkan rekor 39 tahun silam.
Pada laga Liverpool vs Leicester, The Reds menang dengan skor telak 3-0 di Anfield. Hasil itu membuat pasukan Jurgen Klopp tak terkalahkan dalam 64 laga kandang terakhir.
Pencapaian tersebut membuat Liverpool sukses memecahkan rentetan tak terkalahkan mereka di kandang yang terjadi antara Februari 1978 hingga Januari 1981.
Hebatnya, kemenangan atas Leicester kali ini diraih Liverpool dalam keadaan pincang lantaran bekapan cedera yang dialami Virgil van Dijk, Trent Alexander-Arnold, Joe Gomez, Jordan Henderson, hingga Thiago Alcantara.
Kemenangan itu membuat Liverpool merangsek ke peringkat kedua klasemen sementara Liga Inggris dengan raihan 20 poin dari sembilan laga.
Poin pasukan Jurgen Klopp sama dengan Tottenham Hotspur yang berada di puncak klasemen. Liverpool tak berhasil menguasai peringkat pertama hanya karena kalah selisih gol.
Berikut 8 fakta menarik usai Liverpool menang 3-0 atas Leicester City dilansir dari BBC Sport:
- Liverpool memecahkan rekor dengan 64 pertandingan tak terkalahkan di Liga Inggris dengan rincian 53 kemenangan dan 11 imbang.
- Sejak Brendan Rodgers menakhodai Leciester City, The Foxes telah kalah dalam tiga pertemuan Liga Inggris menghadapi Liverpool, dan kebobolan sembilan gol.
- Liverpool hanya kebobolan tiga gol dalam tujuh pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi (6 menang, 1 imbang), dengan empat kali nirbobol dalam periode tersebut.
- Penyerang Liverpool Diogo Jota telah mencetak empat gol dalam lima laga menghdapi Leicester di Liga Inggris. Terbanyak melawan klub Liga Inggris manapun.
- Roberto Firmino telah mencetak dua gol dalam lima pertandingan liga Liverpool di Anfield musim ini. Musim lalu dia hanya mencetak satu gol dalam 19 laga kandang di Liga Inggris.
- Gol Jota terjadi setelah serangkaian 30 operan. Sejak Opta mulai mencatat data ini pada 2006-07, ini adalah operan terbanyak dalam proses mencetak gol Liverpool di Liga Inggris.
- Sejak awal musim 2018-19, hanya rekan setimnya di Liverpool Trent Alexander-Arnold yang membuat assist sebanyak Andy Robertson (26) di Liga Inggris.
- Gol bunuh diri Jonny Evans untuk Leicester adalah yang keenam baginya di Liga Inggris. Dalam sejarah kompetisi, hanya Richard Dunne (10), Jamie Carragher (7) dan Martin Skrtel (7) yang mencetak lebih banyak.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
Terkini
-
Mohamed Salah Cedera, Lini Pertahanan Australia Ogah Lengah di Laga Hidup Mati Piala Dunia 2026
-
Hong Myung-bo Ditolak Restoran hingga Kena Ancaman Pembunuhan usai Korsel Tersingkir di Piala Dunia
-
Hasil Piala Dunia 2026, Meksiko Lolos Babak 16 Besar Usai Bungkam Ekuador 2-0
-
Kylian Mbappe Tempel Lionel Messi! Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 Makin Panas
-
Thomas Tuchel Waspadai Perlawanan RD Kongo di Tengah Krisis Lini Belakang
-
Jeremy Doku Kembali! Skuad Belgia Lengkap Hadapi Senegal di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Tanpa Edouard Mendy, Senegal Tetap Pede Bisa Pulangkan Belgia dari Piala Dunia 2026
-
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
-
Putra Patrick Kluivert Jadi Korban Rasis usai Belanda Dihajar Maroko, KNVB Siap Bawa ke Ranah Hukum
-
Belanda Kena Getahnya, Teknik Stutter Penalti Mulai Kehilangan Efektivitas di Piala Dunia 2026?