Suara.com - Carlos Queiroz resmi meninggalkan posisinya sebagai pelatih tim nasional (timnas) Kolombia setelah hampir dua tahun memimpin La Tricolor.
Kepergian Queiroz diumumkan oleh Federasi Sepak Bola Kolombia (FCF) pada Rabu (2/12/2020) setelah timnya menjalani awal yang mengecewakan di kualifikasi Piala Dunia 2022.
Kolombia hanya memenangkan satu dari empat pertandingan kualifikasi mereka dan hanya mengumpulkan empat poin untuk duduk di urutan ketujuh dalam kualifikasi zona Amerika Selatan. Kolombia telah dua kali ikut serta dalam ajang Piala Dunia terakhir yaitu pada 2010 dan 2018.
"Federasi Sepak Bola Kolombia dan direktur teknik Carlos Queiroz setuju bahwa pelatih tidak akan melanjutkan posisinya sebagai kepala Tim Nasional Pria Kolombia," kata FCF dalam sebuah pernyataan yang dikutip Antara dari Goal.
"Bagi FCF, merupakan kebanggaan memiliki (Quieroz) selama hampir dua tahun, di mana dia memberi kami kapasitas, pengetahuan, dan pengalaman penuh."
"Kontribusi yang Anda tinggalkan kepada kami akan terus berlanjut untuk pengembangan proyek-proyek yang sedang dilakukan dengan semua tim nasional negara kami."
"Kami mendoakan yang terbaik bagi Profesor Carlos Queiroz dan timnya dalam rencana karier masa depan mereka."
"Mulai tanggal ini, Komite Eksekutif Federasi Sepak Bola Kolombia akan memulai proses untuk mencari pelatih yang akan menduduki, dalam waktu dekat, posisi direktur teknis Tim Nasional Pria Senior Kolombia."
Meskipun memulai kualifikasi Piala Dunia dengan hasil yang solid melawan Venezuela dan Chile, Kolombia mengalami kekalahan 0-3 di kandang melawan Uruguay sebelum dihajar 1-6 saat bertandang ke Ekuador.
Baca Juga: Ruang Ganti Kolombia Memanas, James Rodriguez Ribut dengan Rekan Setim?
Queiroz mendapatkan tekanan menyusul dua kekalahan tersebut dan memutuskan mundur sebagai pelatih timnas Kolombia pada Rabu.
Kolombia perlu menunjuk pelatih baru sebelum Maret tahun depan, saat Tricolor menghadapi Brasil dan Paraguay.
Berita Terkait
-
Debut Impresif di Piala Dunia 2026, Luis Diaz: Saya Mewujudkan Mimpi Masa Kecil
-
Fokus Hadapi Panama, Pelatih Ghana Ogah Komentari Kasus Thomas Partey
-
Mampukah Ghana Ulangi Kejutan Edisi 2010? Intip Skuad Mewah Black Stars di Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Ghana: Wakil Afrika yang Nyaris Bikin Sejarah di Piala Dunia
-
Nasibnya Sama dengan Timnas Indonesia, Pelatih Oman: Ini Bukan Fairplay
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Piala Dunia 2026: Bintang Paraguay Terancam Skors 10 Laga Usai Kartu Merah Kontroversial
-
Jonathan Tah Makin Yakin Jerman Juara Piala Dunia 2026 Usai Lolos 32 Besar
-
Hasil Jepang vs Tunisia: Samurai Biru Mudah Cetak Gol Kilat di Babak Pertama
-
Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Kiper Curacao Eloy Room Pernah Juara Piala KNVB Bareng Kevin Diks
-
John Herdman Tak Sempat Nonton Piala Dunia 2026 Demi Timnas Indonesia
-
Comeback Dramatis Lawan Pantai Gading, Jerman Akhiri Kutukan 16 Tahun di Piala Dunia
-
Tahan Imbang Ekuador, Kiper Curacao Bikin Rekor 15 Penyelamatan di Piala Dunia 2026
-
Fakta Menarik Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026, Blue Wave Redam 28 Tembakan
-
Piala Dunia 2026: Kata-kata Brian Brobbey, Bantu Tambah Penderitaan Swedia
-
Piala Dunia 2026: Kisah Deniz Undav, dari Operator Mesin Laser Jadi Supersub Jerman