Suara.com - Istanbul Basaksehir akan menghadapi lawan berat di laga pamungkas Grup H Liga Champions. Di matchday enam, tim besutan Okan Buruk akan menghadapi PSG di Parc des Princes, Rabu (8/12/2020).
Menghadapi PSG, Istanbul Basaksehir memang tidak diunggulkan. Di pertemuan pertama, wakil Turki tersebut dipaksa menyerah 0-2 di kandang sendiri.
Baru mengantongi tiga poin dari lima pertandingan, Basaksehir saat ini menjadi juru kunci Grup H. Dengan satu laga tersisa, Basaksehir sudah dipastikan tidak akan lolos ke babak 16 besar Liga Champions, juga tidak akan mendapat satu jatah ke babak 32 besar Liga Europa.
Akan tetapi, Okan Buruk tidak ingin berkecil hati. Di laga pamungkas yang tidak akan memengaruhi posisi ataupun mengubah nasib mereka, Okan memastikan timnya bakal tampil all out tanpa beban dan meraih hasil yang bisa dibanggakan dan dikenang.
"Kami akan menjalani pertandingan terakhir kami di kompetisi ini. Kami ingin terus maju tetapi kami tidak akan beranjak dari posisi juru kunci (empat) dalam grup yang sangat sulit," kata Okan Buruk seperti dikutip laman resmi UEFA.
"Tapi kami ingin melakukan sesuatu yang dapat kami banggakan di pertandingan terakhir ini."
"Semua pemain yang kami miliki berkualitas tinggi. Kami melakukan evaluasi berdasarkan ketersediaan dan kelelahan karena kami akan memainkan pertandingan ketiga kami dalam enam hari terakhir."
Penyerang Basaksehir, Demba Ba, merasa kecewa timnya gagal melaju ke fase knock out. Akan tetapi mantan pemain Chelsea itu mengaku maklum karena timnya menghadapi klub-klub raksasa di Grup H.
"Kami memiliki sekelompok pemain yang bagus. Tentu saja, Liga Champions juga memiliki fakta," kata Demba Ba.
Baca Juga: Prediksi Zenit vs Dortmund, Kejar Tiga Poin Demi Status Juara Grup
"Kami bertarung dengan semifinalis dan finalis di grup kami. Meskipun kami melakukan yang terbaik, kami dihadapkan dengan fakta."
Berita Terkait
-
Bekas Kota Komunis Bersiap Panen Cuan di Final Liga Champions Arsenal vs PSG
-
Final Liga Champions: PSG Menggila di Depan, Arsenal Tak Tergoyahkan di Belakang
-
Daftar Klub Inggris Paling Sukses di Eropa: Liverpool Masih Juara, Arsenal Coba Cetak Sejarah
-
Hanya Ada 8 Klub! Misi Eks Barcelona Bawa PSG Samai Rekor Real Madrid di Liga Champions
-
Berapa Duit yang Dikantongi Juara Liga Champions? Yang Kalah Cuma Dapat Rp1,2 Triliun
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Timnas Indonesia Resmi Hadir di EA Sports FC 26
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Timnas Iran Minta Visa Khusus di Piala Dunia 2026, Otoritas AS Masih Cuek Bebek
-
Siapkan Rp900 Miliar Manchester United Selangkah Lagi Dapatkan Pengganti Casemiro
-
Bekas Kota Komunis Bersiap Panen Cuan di Final Liga Champions Arsenal vs PSG
-
Final Liga Champions: PSG Menggila di Depan, Arsenal Tak Tergoyahkan di Belakang
-
Daftar Klub Inggris Paling Sukses di Eropa: Liverpool Masih Juara, Arsenal Coba Cetak Sejarah
-
Hanya Ada 8 Klub! Misi Eks Barcelona Bawa PSG Samai Rekor Real Madrid di Liga Champions
-
Berapa Duit yang Dikantongi Juara Liga Champions? Yang Kalah Cuma Dapat Rp1,2 Triliun
-
Arsenal Terancam Tumbang? PSG Punya Keunggulan 7.000 Menit Jelang Final Liga Champions