Suara.com - Mantan gelandang andalan Timnas Senior Indonesia, Ahmad Bustomi yakin Timnas Indonesia U-19 bisa berprestasi di Piala Dunia U-20 2021 nanti, terlebih Indonesia berstatus tuan rumah dalam turnamen bergengsi ini.
Bustomi yakin skuat Garuda Nusantara --julukan Timnas Indonesia U-19-- akan menunjukkan penampilan terbaiknya di depan publik sendiri, demi membawa nama harum bangsa.
"Terlepas kita jadi tuan rumah, kita harus optimistis. Perang belum dimulai, masak kita harus menyerah?" ucap Bustomi mengutip BeritaJatim.
"Terutama saya pelaku sepakbola, ya harus optimistis! Banyak kans buat kita bersinar di Piala Dunia U-20. Ya, saya rasa peluang kita ada untuk berprestasi, tinggal mau apa tidak," sambung eks bintang Arema FC yang kini memperkuat Persela Lamongan itu.
Bustomi mengaku selalu mengikuti perkembangan Timnas Indonesia U-19 yang akan tampil di Piala Dunia U-20 Indonesia.
Gelandang jangkar berusia 35 tahun itu pun melihat sosok pelatih Timnas U-19, Shin Tae Yong sebagai pelatih yang berkualitas, sehingga kesempatan tampil di Piala Dunia tanpa jalur kualifikasi harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
"Dengan pelatih Shin Tae-yong sekarang ya kita sebagai warga negara Indonesia harus optimis. Shin sangat disiplin, saya sangat setuju. Kesempatan ini tidak akan terulang lagi, kalau tidak jadi tuan rumah, ya kita harus kualifikasi dan lain-lain. Mumpung jadi tuan rumah, manfaatkan kesempatan itu! seru Bustomi.
Bustomi pun memberikan suntikan motivasi kepada skuat Garuda Nusantara, bahwa mendapatkan tempat di timnas tidaklah mudah.
Sebab, jutaan anak muda di seluruh Indonesia banyak yang memiliki mimpi berseragam Timnas Indonesia.
Baca Juga: Klubnya Pindah Markas, Kiper Timnas Indonesia Boyong Istri ke Solo
"Untuk adik-adik, mencapai timnas itu tidak gampang. Mewakili ratusan hingga ribuan anak di Indonesia, kalian sudah terpilih, kalian sangat beruntung. Jika sudah di situ, ya harus maksimal," tandas sang gelandang veteran.
Berita Terkait
-
Gagal Angkat Trofi di Medan, Mathew Baker Haru Bela Timnas Indonesia di Tempat Leluhur
-
Gagal ke Final Piala AFF U-19 2026, Nova Arianto Langsung Alihkan Fokus ke Agenda Ini
-
Sebut Timnas Indonesia U-19 Curang, Media Vietnam Sindir Halus Kekalahan dari Australia
-
Nova Arianto Siapkan Rotasi Besar, Timnas Indonesia U-19 Turunkan Wajah Baru Saat Hadapi Kamboja
-
Nova Arianto Pasang Badan untuk Mathew Baker Usai Timnas U-19 Tersingkir dari Piala AFF 2026
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali
-
Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar