- Media Vietnam menuding Indonesia melakukan kecurangan penjadwalan istirahat bagi Timnas U-19 pada ajang Piala AFF U-19 2026.
- Indonesia sebagai tuan rumah memperoleh waktu istirahat empat hari sebelum semifinal, sementara kontestan lain hanya satu hari.
- Meskipun dianggap diuntungkan secara jadwal, Indonesia tetap kalah 0-1 dari Australia pada babak semifinal tanggal 11 Juni 2026.
Suara.com - Kritik tajam dibarengi sindiran pedas dilayangkan media Vietnam terhadap Timnas Indonesia U-19 selaku tuan rumah ajang Piala AFF U-19 2026.
Media Vietnam secara terbuka menyoroti durasi waktu istirahat skuad Garuda Nusantara yang dinilai jauh lebih panjang ketimbang kontestan lainnya sebelum melakoni partai semifinal.
Bahkan, mereka secara ekstrem menuding adanya indikasi kecurangan terselubung demi memuluskan langkah tuan rumah melaju ke final, meskipun pada akhirnya taktik tersebut diklaim tetap gagal meredam ketangguhan Australia.
Akar permasalahan yang memicu perdebatan sengit ini bersumber dari tidak berimbangnya penjadwalan laga di fase grup.
Timnas Indonesia U-19 tercatat melakoni pertandingan pamungkas fase grup pada 7 Juni, sementara Australia dan Kamboja baru menuntaskan laga penentu mereka pada 9 Juni.
Sedangkan partai semifinal Piala AFF U-19 2026 digelar pada 11 Juni.
Thailand yang bermain pada 8 Juni juga diuntungkan, namun sorotan utama tetap diarahkan kepada Indonesia selaku penyelenggara turnamen.
"Semifinal Kejuaraan Asia Tenggara U-19 2026 menuai kontroversi karena negara tuan rumah Indonesia diberi waktu istirahat empat hari," tulis laporan The Thao247.
"Sementara Australia dan Kamboja hanya memiliki satu hari untuk mempersiapkan diri sebelum pertandingan penentu mereka," tambahnya.
Baca Juga: Australia Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia U-19, Erick Thohir Singgung Soal Kualitas
Kesenjangan waktu pemulihan fisik ini dinilai sebagai isu sensitif yang merusak asas keadilan serta sportivitas dalam olahraga sepak bola usia muda.
"Bagi pemain U-19, pemulihan fisik tidak selengkap pemain profesional yang sudah matang," tulis TheThao247.vn melanjutkan.
"Memiliki empat hari istirahat sementara lawan mereka hanya memiliki satu hari menciptakan keuntungan yang cukup besar baik secara fisik maupun mental."
"Dalam konteks kompetisi regional di mana kesenjangan keterampilan semakin menyempit, faktor non-profesional seperti jadwal pertandingan dapat menjadi faktor penentu."
"Hal ini telah menyebabkan banyak orang mempertanyakan keadilan dan semangat fair play yang diusung oleh turnamen tersebut," imbuh mereka.
Tuduhan miring mengenai tindakan 'curang' demi memanipulasi keuntungan jadwal ini diakhiri dengan sindiran menohok atas kegagalan tim asuhan Nova Arianto untuk mengamankan tiket final.
"Akan tetapi menghadapi lawan yang kuat secara fisik dengan gaya bermain modern, Indonesia pada akhirnya tetap tersingkir meski curang," pungkas TheaThao247.vn.
Timnas Indonesia U-19 pada akhirnya memang harus mengubur mimpi mempertahankan mahkota juara Piala AFF U-19 2026 setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari Australia dalam laga semifinal yang dihelat pada Kamis (11/6/2026).
Dengan hasil ini, Australia berhak melaju ke babak final untuk menantang Thailand yang sukses membungkam Kamboja dengan kemenangan telak 4-0.
Berita Terkait
-
Nova Arianto Siapkan Rotasi Besar, Timnas Indonesia U-19 Turunkan Wajah Baru Saat Hadapi Kamboja
-
Nova Arianto Pasang Badan untuk Mathew Baker Usai Timnas U-19 Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Bek Australia Sesumbar, Singgung Minimnya Pengalaman Turki Jelang Duel Piala Dunia 2026
-
Dominasi Tak Berbuah Final, Nova Arianto Bongkar Penyebab Timnas Indonesia U-19 Tersingkir dari AFF
-
Garuda Muda Tersingkir di Semifinal Piala AFF U-19 2026
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Thibaut Courtois Pertimbangkan Pensiun dari Timnas Belgia usai Piala Dunia 2026
-
Zlatan Ibrahimovic Sebut Dirinya Lebih Lengkap daripada Erling Haaland
-
Piala Dunia 2026: Hasrat Besar Haiti untuk Kejutkan Brasil
-
Aksi Simpatik Timnas Jerman, Joshua Kimmich Cs Tanggung Biaya Transportasi Suporter
-
John Herdman Tebar Ancaman ke Rival Asia Tenggara, Sebut Timnas Indonesia Kini Jauh Lebih Berbahaya
-
Thomas Tuchel Longgarkan Aturan, Timnas Inggris Nikmati Waktu Bebas Sebelum Tempur
-
Meski Baru Juara di Arsenal, David Raya Tak Jadi Kiper Utama Spanyol di Piala Dunia 2026?
-
Piala Dunia 2026: Pelatih Korsel Bongkar Rahasia Menang Comeback Atas Ceko
-
Pelatih Persib Bandung Antusias Sambut ASEAN Club Championship 2026/2027
-
John Herdman Tak Peduli Ranking FIFA, Lebih Bangga Lihat Kualitas Permainan Timnas Indonesia