-
Timnas Indonesia U-19 siap merotasi pemain pelapis saat melawan Kamboja demi peringkat ketiga.
-
Garuda Muda gagal ke final Piala AFF U-19 setelah kalah 0-1 dari Australia.
-
Evaluasi kekalahan fokus pada peningkatan konsentrasi pemain untuk menghadapi Kualifikasi Piala Asia.
Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia U-19 Nova Arianto berencana melakukan perubahan besar saat menghadapi Kamboja dalam laga perebutan peringkat ketiga Piala AFF U-19 2026. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Utama Sumut, Sabtu (13/6/2026) pukul 16.00 WIB.
Usai gagal melangkah ke final, Nova ingin memanfaatkan laga terakhir turnamen untuk memberi kesempatan tampil kepada pemain-pemain yang belum banyak mendapatkan menit bermain sepanjang kompetisi.
"Dipertandingan (merebut juara) tiga dan empat ini, kita akan coba pemain yang tidak tampil hari ini," kata Nova Arianto usai laga.
Keputusan tersebut membuka peluang besar bagi sejumlah pemain pelapis untuk menunjukkan kemampuan mereka di level internasional. Nova menilai pertandingan melawan Kamboja bisa menjadi ajang evaluasi sekaligus persiapan menuju agenda penting berikutnya.
"Karena situasi turnamen ini, saya pengen melihat semua pemain, kita lihat, kita akan melakukan rotasi pemain, yang tidak tampil hari ini, saya mau lihat mereka di pertandingan selanjutnya," ucap Nova Arianto.
Sebelumnya, langkah Garuda Muda menuju final harus terhenti setelah kalah tipis 0-1 dari Australia pada semifinal yang digelar di Stadion Utama Sumut, Kamis malam.
Gol tunggal yang dicetak Edward Neil pada masa injury time, tepatnya menit 90+2, menjadi pembeda sekaligus memastikan Australia melaju ke partai puncak untuk menghadapi Thailand.
Meski menelan kekalahan, penampilan Timnas Indonesia U-19 mendapat apresiasi dari sang pelatih. Nova menilai para pemain telah menunjukkan semangat juang tinggi dan mampu memberikan perlawanan sengit kepada salah satu tim kuat di kawasan.
"Yang pertama saya mengucapkan terima kasih kepada pemain, yang sudah bekerja keras, tetapi itu lah sepakbola level di atas, level internasional," sebut Nova Arianto usai pertandingan.
Baca Juga: Australia Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia U-19, Erick Thohir Singgung Soal Kualitas
Menurut Nova, faktor hilangnya konsentrasi di menit-menit akhir menjadi penyebab utama timnya gagal menjaga peluang lolos ke final. Kesalahan kecil di level internasional, kata dia, bisa langsung dimanfaatkan lawan.
"Makanya, tidak bisa kehilangan fokus sedikit saja. Hilang fokus sedikit saja, itu kita kemasukan, itu dihitung tim lawan. Itu menjadi pelajaran yang baik untuk pemain," ungkap Nova Arianto.
Meski kecewa dengan hasil semifinal, Nova memastikan timnya tidak akan larut dalam kegagalan. Garuda Muda akan menjadikan pengalaman di Piala AFF U-19 2026 sebagai modal penting untuk menghadapi berbagai turnamen internasional mendatang, termasuk Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.
"Semoga pemain mendapatkan sesuai dari pertandingan ini," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Nova Arianto Pasang Badan untuk Mathew Baker Usai Timnas U-19 Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Klasemen Piala Dunia 2026: Meksiko Puncaki Grup A Usai Laga Keras Penuh Kartu Merah
-
Real Madrid Resmi Tunjuk Jose Mourinho Sebagai Pelatih
-
Bek Australia Sesumbar, Singgung Minimnya Pengalaman Turki Jelang Duel Piala Dunia 2026
-
Alisson Becker: Jadi Tim Favorit Bukan Jaminan bagi Siapa Pun
-
Dominasi Tak Berbuah Final, Nova Arianto Bongkar Penyebab Timnas Indonesia U-19 Tersingkir dari AFF
-
Putra Djibril Cisse Resmi Teken Kontrak Profesional bersama Liverpool
-
Thomas Tuchel Nasihati Elliot Anderson untuk Tetap Rendah Hati
-
Real Madrid Menangi Perburuan Bernardo Silva, Sepakati Kontrak Dua Tahun
-
Jelang AS vs Paraguay, Mauricio Pochettino Tak Mau Banyak Basa Basi: Harus Menang Terus