Suara.com - Bek Bali United, I Made Andhika Wijaya, sering dicap sebagai pemain titipan. Anggapan miring tersebut tak membuat dirinya patah semangat dan justru lebih termotivasi untuk membuktikan diri.
I Made Andhika memulai kariernya sebagai penggawa Bali United pada 2016 bersama tim junior. Ia memulai debutnya di tim senior satu musim setelahnya.
Adanya sang pemain di Bali United memunculkan kabar miring. Seperti diketahui, ia adalah anak seorang legenda sepakbola I Made Pasek Wijaya yang juga bagian dari Bali United.
Hal ini membuatnya dicap sebagian orang sebagai pemain titipan. Ini setelah mereka menganggap dirinya tak bisa bermain maksimal ketika menjalani debut pada 2017.
Tetapi, prasangka buruk tersebut malah membuatnya termotivasi, Ia ingin membuktikan bahwa bisa menjadi yang terbaik di klub berjuluk Serdadu Tridatu.
"Itu sebenarnya saya beban sekali, tapi hal itu saya jadikan motivasi. Agar orang-orang tahu bahwa saya bukan pemain titipan dari bapak ataupun siapapun itu," kata I Made Andhika Wijaya dikutip dari kanal YouTube Bali United.
"Saya ingin membuktikan kepada orang-orang bahwa saya layak main. Tapi saya merasa saja, orang-orang akan berpikir ini ada bapaknya. Jadi ya di sana saya merasa agak beban," ucapnya.
Andhika mengakui sering mendingar ocehan jelak terkait dirinya. Namun menurutnya hal itu semakin membuatnya lebih semangat memberikan yang terbaik untuk klub.
"Banyak orang berbicara seperti itu, jelek ini anak mainnya, titipan atau tidak ini itu. Tapi bagi saya biar orang yang melihat sendiri saya layak atau tidak. Dan ada bapak pun saya tidak mau leha-leha karena bapak juga keras kalau melatih saya," pungkasnya.
Baca Juga: Resolusi Stefano Cugurra di 2021: Bawa Bali United Kembali Juara
I Made Andhika kini menjadi andalan Stefano Cugurra di lini belakang. Pelatih asal Brasil tersebut beberapa kali memainkannya sebagai starter.
Sang pemain juga berhasil membantu Bali United menjadi kampiun Liga 1 2019. Meski tak mencetak gol, tercatat ia turun bertanding sebanyak 16 kali di kompetisi domestik musim lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Gaming, Ini 5 Aktivitas yang Diam-Diam Bikin Laptop Panas
-
Siapa Lawan Pertama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia atau Singapura?
-
Bamus Betawi soal Demo Warga Pati ke Jakarta: Jangan Datang Banyak-banyak
-
Industri Aftermarket Roda Dua Indonesia Kembali Menggeliat Lewat IMHAX 2026
-
KPK Buka Suara, Tegaskan Tak Ada Operasi Tangkap Tangan di Kabupaten Bogor
-
Panduan Pilih Warna Cat Ruang Tamu Pembawa Hoki Sesuai Arah Mata Angin
-
Danantara Mau Bangun Jaringan Charging Station Motor Listrik
-
Komentar Dedi Mulyadi kepada Maba Unpad Bikin Publik Emosi: Pertanyaan Terbodoh
-
Local Media Community Pekanbaru Bahas Tantangan Media di Era Digital
-
Dari Data hingga Terapi, Novo Nordisk Manfaatkan AI untuk Percepat Penemuan Obat