Danantara Mau Bangun Jaringan Charging Station Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:43 WIB
Danantara berencana memanfaatkan Pertamina dan PLN membangun charging station kendaraan listrik. [Sekretariat Presiden]
  • Managing Director Industrialisasi BPI Danantara Ardy Muawin berencana memanfaatkan Pertamina dan PLN membangun charging station kendaraan listrik.
  • Langkah strategis tersebut dilakukan untuk mendukung Program Motor Listrik Nasional yang resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 13 Agustus lalu.
  • Danantara juga menekankan pentingnya standardisasi komponen baterai agar ekosistem industri kendaraan listrik dapat berkembang secara terintegrasi dan memberikan manfaat.

Suara.com - Managing Director Industrialisasi BPI Danantara Ardy Muawin mengatakan pihaknya akan memanfaatkan Pertamina dan PLN untuk membangun infrastruktur pengisian daya atau charging station untuk mendorong perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Ardy, dalam Navigating the Challenges of the Motor Vehicle Industry di Jakarta, Kamis (20/8/2026) mengatakan peluang itu hadir di tengah peluncuran program motor listrik nasional (molinas) oleh Presiden Prabowo Subianto pada 13 Agustus kemarin.

Ardy mencontohkan, Pertamina saat ini telah memiliki jaringan swap battery yang dapat mendukung kendaraan listrik roda dua, sementara PLN memiliki jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Menurutnya, pengalaman sejumlah perusahaan global menunjukkan bahwa penyediaan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan peningkatan permintaan.

"Kalau belajar dari Tesla, Tesla itu juga membangun charging station. Vinfast itu juga membangun charging station," ujar Ardy.

Oleh karena itu, Danantara berharap Program Motor Listrik Nasional (Molinas) dapat menjadi momentum untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pengisian daya dengan memanfaatkan jaringan yang telah tersedia.

"Jadi diharapkan nanti, Molinas ini juga akan membangun charging station, dengan kami memanfaatkan jaringan yang ada di Danantara," katanya.

Selain infrastruktur, Ardy menekankan pentingnya standardisasi komponen kendaraan listrik, terutama baterai, agar ekosistem industri dapat berkembang secara terintegrasi.

Ia mengatakan, melalui Molinas, pemerintah dapat mendorong penggunaan standar baterai dan komponen tertentu sehingga produsen maupun pengguna mendapatkan kepastian dalam pengembangan kendaraan listrik.

Ardy berharap pengembangan ekosistem kendaraan listrik dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat.

"Karena ekonomi sosial dapet, harapannya, kita ini secara ekosistem, bisa tumbuh bareng-bareng," pungkasnya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com