Suara.com - Klub Bundesliga Jerman, RB Leipzig bersiap melakoni partai akbar kontra juara Inggris, Liverpool pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2020/2021.
Namun jelang laga, pelatih Leipzig, Julian Nagelsmann justru melontarkan komentar yang rasanya bisa membuat para suporter klub harap-harap cemas.
Seharusnya Leipzig akan menjamu Liverpool di markas mereka, Red Bull Arena, pada leg pertama babak 16 besar ini.
Akan tetapi, imbas protokol COVID-19 yang diterapkan di Jerman, Leipzig harus rela menggelar laga kandang mereka ini di venue netral.
Partai leg pertama RB Leipzig vs Liverpool akan dilangsungkan pada Rabu (17/2/2021) dini hari WIB nanti di Hungaria, yakni di Puskas Arena di Kota Budapest.
Jelang laga krusial ini, Nagelsmann justru melontarkan komentar yang menyiratkan bahwa konsentrasinya telah terpecah.
Saat ditanya awak media pada konferensi pers jelang laga RB Leipzig vs Liverpool terkait masa depannya, pelatih 33 tahun asal Jerman itu membuka kans lebar-lebar untuk melanjutkan karier kepelatihannya di Liga Inggris.
Nagelsmann nampaknya terinspirasi dengan dua pelatih top asal Jerman yang menukangi tim besar Liga Inggris saat ini.
Ada Jurgen Klopp di Liverpool, sosok yang akan dihadapi Nagelsmann secara langsung di touchline pada laga dini hari nanti, serta ada Thomas Tuchel yang kini membesut Chelsea.
Baca Juga: Prediksi RB Leipzig vs Liverpool: Tak Ada Unggulan, Tak Ada Underdog
Well, sebagai pelatih, tak dipungkiri jika Nagelsmann merupakan 'properti panas' di Eropa saat ini. Dan ia kini memberi kode bakal cabut dari Leipzig pada akhir musim nanti, meski sejatinya masih terikat kontrak bersama Die Roten Bullen --julukan RB Leipzig-- hingga 2023.
Nagelsmann sendiri beberapa waktu lalu sempat cukup santer dihubung-hubungkan dengan tim-tim elite Liga Inggris macam Manchester United, Tottenham Hotspur, hingga Chelsea sebelum klub London Barat itu akhirnya memilih Tuchel sebagai pelatih baru mereka belum lama ini.
"Melawan Liverpool di Liga Champions akan menarik. Kami sebelumnya sudah mengalahkan Manchester United (di fase grup Liga Champions musim ini). Saya selalu menyukai gaya permainan tim-tim Inggris. Yang pasti laga nanti akan sulit," buka Nagelsmann seperti dimuat Tribal Football.
"Saya memiliki kontrak sekarang hingga 2023, jadi saya pikir saya akan tetap di Leipzig. Namun jika bicara masa depan, Anda tak pernah tahu. Takdir Anda ke depan, Anda tak pernah tahu," sambung sang pelatih seakan mengisyaratkan jika dirinya tak akan lama-lama bertahan di Leipzig.
"Liga Inggris? Saya pikir itu adalah liga yang sangat menarik, liga yang sangat kompetitif. Saya bisa membayangkan itu bisa menjadi tujuan besar saya. Ya, menjadi manajer di Premier League suatu hari nanti, seperti Jurgen (Klopp) yang sangat sukses. Ini bisa menjadi langkah ke depan," celotehnya.
"Anda tahu, dalam sepakbola tidak semudah itu untuk merencanakan berapa lama Anda akan menjadi manajer di Leipzig? Kapan Anda akan pergi ke Liga Inggris? Tapi, saya memang bisa membayangkan pergi ke Premier League. Ya, suatu saat nanti," ucap Nagelsmann.
"Saya bisa membayangkan tetap sebagai manajer di Bundesliga sepanjang karier saya. Sangat menyenangkan menjadi manajer di negara saya sendiri. Tapi, kemudian mungkin di masa depan kita bisa bertemu langsung di Liga Inggris, siapa yang tahu?" tukas pelatih yang dijuluki 'Baby Mourinho' itu.
Well, meski usianya masih sangat muda sebagai juru taktik, Nagelsmann memang telah mengantongi reputasi sebagai salah satu pelatih paling menjanjikan di Benua Biru.
Mengakhiri kariernya secara dini sebagai pemain di Jerman akibat cedera kronis, Nagelsmann lantas memulai karier manajerialnya sebagai pelatih kepala Hoffenheim pada pertengahan musim 2015/2016, setelah sebelumnya menukangi tim junior klub Bundesliga tersebut.
Nagelsmann pun dengan luar biasa menyelamatkan Hoffenheim dari jerat degradasi pada akhir musim.
Lantas pada musim penuh perdananya, yakni pada kampanye 2016/2017, ia secara fenomenal membawa Hoffenheim finis di empat besar Bundesliga serta lolos ke Liga Champions, yang merupakan pertama kalinya sepanjang sejarah klub!
Kiprah impresif bersama Hoffenheim lantas membawa Nagelsmann ke RB Leipzig pada musim panas 2019.
Di musim perdananya sebagai manajer Leipzig, Baby Mourinho sekali lagi menunjukkan magisnya. Die Roten Bullen ia bawa ke semifinal Liga Champions plus finis di posisi ketiga klasemen Bundesliga.
Belum berhenti sampai di situ, musim ini pun Nagelsmann kembali membuktikan tangan dinginnya. Sampai pekan ke-21 Bundesliga, Leipzig bercokol di peringkat kedua Bundesliga, terpaut lima poin dari Bayern Munich yang ada di puncak klasemen.
Dan tentunya, Leipzig juga dibawanya kembali menembus fase gugur Liga Champions.
Berita Terkait
-
RESMI! Liga Champions Asia Ditunda Buntut Perang AS-Iran
-
Respons Pep Guardiola Soal 4 Pemain Man City Puasa Ramadan Lawan Real Madrid di Liga Champions
-
3 Wakil Inggris vs 3 Klub Laliga, Siapa Lolos ke Perempatfinal Liga Champions?
-
Prediksi Superkomputer Hasil Drawing 16 Besar: Arsenal Favorit Juara, Real Madrid Tersingkir
-
Lawan Bayern Munich di 16 Besar, Atalanta Ogah Gemetar Hadapi Harry Kane Cs
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Percaya Diri Tinggi, Ramon Tanque Optimis Raih Kemenangan Lawan Persebaya Surabaya
-
Penalti Penentu Kevin Diks! Gladbach Akhiri Tren 7 Laga Tanpa Kemenangan
-
Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab
-
Jadi Pahlawan Kemenangan, Kevin Diks: Kami Menjalani Masa Sulit
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Tertantang Gabung Tim Super League Terancam Degradasi
-
Aman di Tengah Perang AS-Iran, Dewa United Tetap Bisa Tampil di AFC Challange League
-
Dipanggil Timnas Indonesia U-20, Tiga Pemain Muda Persib Bandung Siap Kerja Keras
-
Jay Idzes Bongkar Fanatisme Suporter Timnas Indonesia, Jadi Energi Tambahan
-
Kata-kata Berkelas Justin Hubner Usai Cetak Gol ke Gawang Nijmegen
-
Masih Ingat Djibril Cisse? Anaknya Kini Jadi Kapten Liverpool U-18 dan Beda Kewarganegaraan