Suara.com - Asisten pelatih Borneo FC Ahmad Amiruddin buka suara terkait persaingan timnya di grup neraka Piala Menpora 2021. Ada di Grup B, tim berjuluk Pesut Etam itu harus bersaing dengan Persija Jakarta, Bhayangkara Solo FC, dan PSM Makassar.
Dari tiga lawannya itu, Amir menyoroti Bhayangkara Solo FC. Ia melihat tim asuhan Paul Munster itu punya kekompakan dan kekuatan yang harus diwaspadai.
Apalgi, tim yang disokong korps kepolisian Indonesia tersebut baru mendatangkan pemain berkualitas. Mereka adalah Evan Dimas Darmono, Hansamu Yama, Osas Saha, dan Arthur Bonai.
Meski begitu, Amir menegaskan tidak meremehkan tim-tim lain. Tentu, Persija dan PSM adalah klub yang punya sejarah tersendiri, sehingga kualitasnya tak bisa diragukan lagi.
"Kami tahu Bhayangkara FC adalah tim yang bagus. Mereka secara individual punya kualitas dan kami sudah pasti mewaspadai itu," kata Amir dalam keterangan resmi klub, Rabu (17/3/2021).
"Penting untuk kita mempertajam kekuatan Borneo FC saat ini, yakni dengan terus mematangkan persiapan sebelum turnamen dimulai," ia menambahkan.
Langkah Borneo FC di Piala Menpora 2021 akan dimulai lima hari lagi atau pada Senin (22/3/2021). Hendro Siswanto dan kawan-kawan bakal menghadapi Bhayangkara Solo FC lebih dahulu.
Adapun berikutnya melawan Persija Jakarta (27 Maret). Untuk partai terakhir Grup B, Pesut Etam --julukan Borneo FC-- akan bersura dengan PSM Makassar pada 31 Maret mendatang.
Sayangnya dalam persiapan menuju kick-off, Borneo FC harus menepikan Diego Michiels dan Wahyudi Hamisi. Kedua pemain ini dibekap cedera, meski tak terlalu serius.
Baca Juga: Piala Menpora 2021 Segera Bergulir, Borneo FC Kehilangan Diego Michiels
"Semoga dalam perjalanannya menuju kickoff pertandingan pertama tidak ada lagi pemain yang cedera. Cukup Diego dan Wahyudi yang masih dalam masa pemulihan cedera," pungkasnya.
Adapun Piala Manpora 2021 akan bergulir pada 21 Maret sampai dengan 25 April mendatang. Khusus Grup B, venue pertandingan akan berada di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Berita Terkait
-
Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar
-
Sudah Sepakat dengan Persija, Persib Dilaporkan Tikung Mariano Peralta
-
Borneo FC All Out! Dari Winger Brasil hingga Gelandang Argentina Dirumorkan Merapat
-
Harapan Bos Persija Jakarta Usai Victor Dethan Merapat ke Macan Kemayoran
-
Persija Jakarta Selangkah Lagi Rekrut Bek Bosnia, Kontrak 2 Tahun Sudah Disepakati
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
-
Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar
-
Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil