Suara.com - Manajer Manchester City, Pep Guardiola menegaskan bahwa timnya tidak akan menghamburkan dana hingga 100 juta pounds hanya untuk membeli satu pemain.
"Tidak, untuk fakta bahwa kami tidak membelanjakan banyak uang untuk satu pemain. Sepakbola itu olahraga tim, semua orang memberikan kontribusinya," ucap Guardiola seperti dimuat ESPN, Selasa (6/4/2021).
"Itu bukan gaya saya, itu bukan gaya kami," sesumbar pelatih berusia setengah abad itu.
City sendiri sudah berbelanja besar-besaran sejak diakuisisi Abu Dhabi pada 2008. Namun yang perlu dicatat. pemain termahal yang mereka beli sejauh ini 'hanya' berharga 63,6 juta pounds saat mendatangkan Rodri dari Atletico Madrid pada 2019.
Barcelona, Real Madrid, Atletico, Manchester United, Chelsea, Liverpool, Arsenal, Bayern Munich, Juventus, dan Inter Milan semuanya sudah mengeluarkan dana sangat besar untuk satu pemain, namun City merasa tak harus menirunya.
Berbicara menjelang laga leg pertama perempatfinal Liga Champions 2020/2021 di Etihad Stadium dini hari nanti melawan Borussia Dortmund, yang memasang harga 100 juta pounds untuk sang striker andalan Erling Haaland, Pep berkata; "Tidak, sama sekali tidak!"
"Orang-orang yang tidak bermain juga memberikan kontribusinya, yakni staf klub dan semua orang. Jadi, ini bukan hanya soal satu pemain, sepakbola jelas untuk semua orang," kata Guardiola seakan menutup kans Manchester City merekrut Erling Haaland pada bursa transfer mendatang.
"Sejauh ini klub sudah memutuskan tidak berbelanja sampai mendekati 100 juta pounds untuk seorang pemain, atau mungkin lebih dari 100 juta pounds untuk seorang pemain. Tapi, mungkin saja pada masa mendatang itu akan terjadi jika mereka (City) memutuskan itu perlu demi meningkatkan tim selama lima atau 10 tahun ke depan, karena banyak alasan."
"Namun sejauh ini, klub ini, organisasi ini, CEO, direktur olahraga sudah memutuskan untuk tidak melakukannya dan itulah alasan mereka tidak melakukannya. Tetapi pada masa mendatang mungkin saja, saya tak tahu," celotehnya.
Baca Juga: Video Erling Haaland Takjub dengan Stadion Manchester City, Kode Bergabung?
Berita Terkait
-
Seru! Fabrizio Romano vs Florian Plettenberg Saling Serang Gegara Yan Diomande
-
Lamine Yamal dan Erling Haaland: Wajah Baru Pemain Termahal Dunia
-
FIGC Rela Jebol Rekening Demi Rekrut Pep Guardiola Latih Timnas Italia
-
Alasan Persib Ngotot Rebut Mariano Peralta dari Persija
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC