Suara.com - Timnas Indonesia akan menjalani laga uji coba melawan Oman pada 29 Mei 2021 di Uni Emirat Arab (UEA). Sebelumnya, PSSI juga telah mengkonfirmasi skuat Garuda akan melawan Afganistan pada 25 Mei mendatang.
Kepastian melawan Oman dipastikan setelah federasi sepakbola mereka memberikan konfirmasi terkait laga tersebut. Oman pun menjadi negara kedua yang sepakat untuk melakukan uji coba internasional bersama timnas Indonesia.
“Komunikasi PSSI dengan beberapa federasi dan berbuah positif. Setelah Afganistan yang sudah konfirmasi melakukan uji coba dengan timnas Indonesia pada 25 Mei mendatang, federasi Oman juga sepakat untuk melakukan uji coba," kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dalam rilis yang diterima Suara.com.
"Ini tentu menjadi kabar positif sebagai bagian dari persiapan timnas Indonesia untuk menghadapi pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Uni Emirat Arab nanti" tambahnya.
Seperti diketahui, AFC telah memilih UEA sebagai lokasi sentralisasi lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia Grup G. Indonesia akan melawan Thailand pada 3 Juni, lalu Vietnam 7 Juni, dan terakhir UEA pada 11 Juni.
Uji coba melawan Afganistan dan juga Oman menjadi salah satu persiapan tim asuhan Shin Tae-yong untuk ajang tersebut. Ini sudah sesuai denga perencanaan yang diminta pelatih asal Korea Selatan tersebut.
“Pelatih Shin Tae-yong menginginkan setidaknya ada dua laga uji coba sebagai laga pemanasan yang harus dilakoni timnas Indonesia sebelum menghadapi sisa pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2022 nanti," ujar Indra Sjafri.
"Kami sudah berkomunikasi dan sudah konfirmasi jika dua negara ini yang akan bertanding di UEA nanti,” tambahnya.
Adapun Timnas Indonesia akan memulai pemusatan latihan atau training camp (TC) pada 1 Mei 2021 di Jakarta. TC ini sebagai persiapan menghadapi tiga pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G di UEA.
Baca Juga: Demi Lolos ke Piala Dunia, Timnas Indonesia akan Tambah Pemain Naturalisasi
Timnas Indonesia saat ini masih menempati posisi lima di klasemen Grup G dengan koleksi 0 poin. Peluang Pasukan Merah Putih lolos ke babak selanjutnya sudah tertutup mengingat kalah dalam lima pertandingan.
Berita Terkait
-
Media Vietnam Beri Julukan Pedas untuk Nadeo Argawinata Usai Timnas Indonesia Dibantai 0-3
-
Timnas Indonesia di Ujung Tanduk, Mitchell Baker: Garuda Belum Habis!
-
John Herdman Ultimatum Timnas Indonesia: Lupakan Vietnam, Singapura Jadi Penentu Nasib
-
Senyum Puas Pelatih Asal Korsel Lihat Timnas Indonesia Dipecundangi Vietnam
-
John Herdman Terpaksa Coret Marselino Ferdinan Hingga Piala AFF 2026 Selesai
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya
-
Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026
-
Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan
-
IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya