Suara.com - Wacana bergulirnya European Super League (ESL) atau Liga Super Eropa terus menuai kritikan. Terbaru, ada legenda Timnas Inggris, Gary Neville yang menentang bergulirnya kompetisi tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, 12 tim dari tiga liga top Eropa resmi meluncurkan Liga Super Eropa. Konsep kompetisi ini adalah mempertemukan tim-tim juara dari klub-klub 'besar' Eropa.
Ajang ini jadi kontroversi karena secara tak langsung menjadi tandingan dari Liga Champions. Selain itu, klub-klub kaya Eropa kabarnya juga kurang puas dengan pendapatan yang dihasilkan dari mengikuti ajang tersebut.
Wacana kompetisi tersebut bikin UEFA dan federasi sepak bola negara-negara Eropa khususnya FA dan Premier League, RFEF dan La Liga, FIGC dan Serie A, naik pitam. Mereka pun membuat rilis resmi tentang ketidaksetujuan dan ancaman sanksi bagi 12 klub pendiri.
Kini, kritikan soal bergulirnya Liga Super Eropa datang dari Gary Neville. Eks pemain Manchester United itu tak segan memaki-maki klub-klub yang mendalangi gelaran kompetisi tersebut, khususnya dari Inggris.
''Saya muak dengan Manchester United dan Liverpool!,'' ujar Gary Neville, dilansir dari Sky Sports.
''Liverpool berpura-pura soal slogan 'You'll never walk alone', klub rakyat. Sedangkan United 100 tahun lalu didirikan oleh kaum pekerja, tapi kini berusaha masuk ke liga tanpa sistem degradasi,'' imbuhnya.
''Jujur, saya tidak menentang soal uang di sepak bola. Tapi haru ada persaingan yang sehat, sehingga Leicester bisa juara liga, atau lolos ke Liga Champions,'' tegas Gary Neville.
Sebagai informasi, pencetus wacana Liga Super Eropa adalah 12 klub yang terdiri dari Manchester United, Manchester City, Liverpool, Chelsea, Arsenal, Tottenham Hotspur. Serta Barcelona, Real Madrid, Atletico Madrid, Inter Milan, AC Milan, dan Juventus.
Baca Juga: Klasemen Terbaru Liga Inggris, Man United dan Man City Kini Berjarak 8 Poin
Rencananya, Liga Super Eropa akan diikuti 20 tim. Namun dengan rincian 15 dari tim pendiri dan lima lainnya dari tim undangan.
Berita Terkait
-
Sir Alex Ferguson vs Pep Guardiola: Siapa Manajer Terbaik dalam Sejarah Premier League?
-
Pecahkan Rekor Legendaris, Bruno Fernandes Resmi Jadi Raja Assist Baru Premier League
-
Manchester United Tutup Musim dengan Hajar Brighton 3-0, Bruno Fernandes Pecahkan Rekor Assist
-
Sandro Tonali Incaran Utama Carrick di Manchester United Terganjal Harga Selangit Newcastle
-
Anggaran Gaji Casemiro di Manchester United Dialihkan untuk Rekrut Ederson dan Sandro Tonali
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Tak Masuk Skuad Spanyol ke Piala Dunia 2026, Bek Real Madrid Beri Respons Menohok
-
Cesc Fabregas Tegaskan Bertahan di Como Usai Lolos ke Liga Champions
-
Erling Haaland Janji Norwegia Akan Tampil Kreatif dan Menghibur di Piala Dunia 2026
-
Kabar Cedera Jay Idzes di Pekan Penutup Serie A dan Dampaknya Jelang Gabung Timnas Indonesia
-
Arne Slot Ungkap Biang Kegagalan Liverpool Musim Ini
-
Tampil Gemilang, Emil Audero Sabet Predikat Raja Saves Serie A Musim Ini
-
Rekam Jejak Igor Tolic, Sosok yang Gantikan Bojan Hodak Sebagai Pelatih Baru Persib Bandung
-
Pelatih Interim Chelsea Akui Inkonsistensi Jadi Penyebab Gagal ke Eropa
-
Liverpool Bisa Juara Liga Inggris Lebih Banyak jika Tak Ada Pep Guardiola
-
Cesc Fabregas Sudah Punya Firasat Como akan Lolos ke Liga Champions