Mereka mengatakan pandemi global COVID-19 telah 'mempercepat ketidakstabilan dalam model ekonomi sepakbola Eropa yang ada'.
"Dalam beberapa bulan terakhir, dialog ekstensif telah dilakukan dengan para pemangku kepentingan sepakbola mengenai format kompetisi Eropa di masa depan," tambah mereka.
"Klub pendiri percaya bahwa solusi yang diajukan setelah pembicaraan ini tidak menyelesaikan masalah fundamental, termasuk kebutuhan untuk menyediakan pertandingan berkualitas lebih tinggi dan sumber daya keuangan tambahan untuk piramida sepakbola secara keseluruhan."
Apa format yang diusulkan?
Liga Super Eropa akan diikuti oleh 20 klub, terdiri dari 12 klub pendiri dan tiga klub lain yang akan bergabung segera, serta lima klub yang lolos setiap tahun sesuai dengan pencapaian di kompetisi domestik mereka.
Liga ini rencananya akan dimulai pada Agustus 2021, dengan pertandingan yang digelar tengah pekan, dan klub akan dibagi menjadi dua grup yang terdiri dari 10 klub yang akan bertanding kandang - tandang.
Tiga klub teratas di setiap grup lolos ke perempatfinal, dengan tim di urutan keempat dan kelima memainkan play-off untuk dua tempat tersisa di fase gugur.
Ya, dalam liga ini tetap akan ada format sistem gugur, sama dengan yang digunakan di Liga Champions sebelum final satu leg pada Mei di tempat netral.
Di sisi keuangan, ESL memperkirakan 'komitmen jangka panjang kompetisi baru untuk pembayaran' akan 'jauh lebih tinggi daripada yang dihasilkan oleh kompetisi Eropa saat ini dan diperkirakan akan melebihi 10 miliar euro (Rp 174,4 triliun) selama jalannya periode komitmen awal klub'.
Baca Juga: Gegara European Super League, Jamie Carragher Malu Jadi Legenda Liverpool
Akan ada kerangka pengeluaran untuk para pendiri, yang akan menerima '3,5 miliar euro (Rp70,5 triliun) semata-mata untuk mendukung rencana investasi infrastruktur mereka dan untuk mengimbangi dampak pandemi COVID'.
Apa yang dikatakan para pemimpin European Super League?
Presiden Real Madrid Florentino Perez adalah Presiden European Super League yang pertama dan berkata; "kami akan membantu sepakbola di setiap level".
"Sepakbola adalah satu-satunya olahraga global di dunia dengan lebih dari empat miliar penggemar dan tanggung jawab kami sebagai klub besar adalah untuk menanggapi keinginan mereka," tambahnya.
Sementara itu, Presiden Juventus Andrea Agnelli telah mengundurkan diri dari Komite Eksekutif UEFA dan sebagai Ketua Asosiasi Klub Eropa (ECA), yang telah mendorong reformasi Liga Champions yang direncanakan.
Dia mengatakan 12 klub telah 'bersatu pada saat kritis ini, memungkinkan kompetisi Eropa berubah, menempatkan permainan yang kita cintai pada pijakan yang berkelanjutan untuk masa depan jangka panjang'.
Angelii bersama Wakil Ketua Manchester United, Joel Glazer akan menjadi Wakil Presiden European Super League.
"Dengan menyatukan klub dan pemain terhebat di dunia untuk bermain satu sama lain sepanjang musim, European Super League akan membuka babak baru untuk sepakbola Eropa, memastikan kompetisi dan fasilitas kelas dunia, dan meningkatkan dukungan keuangan untuk piramida sepak bola yang lebih luas," ucap Glazer.
Bagaimana reaksi tentang rencana itu?
Pada dasarnya, rencana itu mendapat kecaman dari siapapun yang tak terlibat dalam liga baru tersebut.
Penentangan itu bahkan telah mencapai tingkat tertinggi di beberapa negara, dengan Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan rencana itu akan 'sangat merusak sepakbola' dan bahwa pemerintah Inggris mendukung otoritas olahraga 'dalam mengambil tindakan'.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menambahkan bahwa dia 'menyambut baik posisi klub-klub Prancis yang menolak berpartisipasi' dalam Liga Super Eropa, 'yang mengancam prinsip solidaritas dan prestasi olahraga'.
UEFA merilis pernyataan bersama dengan Asosiasi Sepakbola Inggris, Liga Inggris, Federasi Sepabola Spanyol, Liga Spanyol dan Federasi Sepakbola Italia serta Liga Italia, mengatakan mereka akan 'tetap bersatu' dalam mencoba menghentikan perpecahan, menggunakan tindakan peradilan dan olahraga jika diperlukan.
Asosiasi Klub Eropa, yang mewakili klub-klub Eropa, juga mengatakan 'sangat menentang' dengan 'model liga super tertutup', sementara Asosiasi Suporter Sepakbola mengatakan rencana itu 'dimotivasi oleh keserakahan yang sinis'.
Para pandit sepakbola juga menyatakan pendapatnya, dengan mantan kapten Manchester United Gary Neville mengatakan di Sky Sports ia 'benar-benar muak' dengan rencana itu dan menyarankan klub-klub yang bergabung dengan liga baru itu harus dikurangi poinnya.
Sementara mantan rekan setim Beville, Rio Ferdinand mengatakan di BT Sport bahwa rencana itu akan sangat merugikan fans dan pendukung 'tidak diperhatikan'.
Sedangkan pihak Bundesliga Jerman menentang rencana tersebut karena model Jerman mengatur bahwa investor komersial tidak dapat memiliki lebih dari 49 persen saham di klub, sehingga penggemar memegang mayoritas hak suara mereka sendiri.
Berita Terkait
-
Spanyol Usung Misi Balas Dendam saat Jumpa Portugal di 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 48 Tim Disebut Membosankan, Belasan Negara Kecam Bos UEFA Aleksander Ceferin
-
Sebut Format Baru Piala Dunia Tak Menarik, Presiden UEFA Aleksander Ceferin 'Diamuk' 13 Negara
-
Ditolak Masuk AS untuk Piala Dunia 2026, Wasit Omar Artan 'Ditampung' UEFA Pimpin Laga Super Cup
-
Skandal FIFA: Merasa 'Disingkirkan' Sistematis, Platini Gugat Gianni Infantino
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Ogah Sesumbar, Spanyol Fokus Lawan Belgia Sebelum Bicara Semifinal Piala Dunia 2026
-
Nicholas Raskin Minta Belgia Main Pragmatis demi Singkirkan Spanyol di Piala Dunia 2026
-
Kabar Duka, Pentolan Bonek Andie Peci Meninggal Dunia
-
John Herdman Tak Gentar Hadapi Vietnam di Piala AFF 2026, Sebut Jadi Ujian Terbaik Timnas Indonesia
-
Respons Prabowo, PSSI Fokus Perluas Talent Pool Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Bersejarah usai Bawa Prancis ke Semifinal, Kini Setara Lionel Messi
-
PSSI Respons Keresahan Prabowo Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia: Butuh APBN
-
Inggris vs Norwegia Dibayangi Wabah Penyakit, Declan Rice Diisolasi
-
Update TC Timnas Indonesia di Bali: Beckham Putra Akui Tak Kesulitan Ikuti Latihan Intensif
-
Kata-kata Pertama Kerim Memija Usai Gabung Persija, Bertekad Persembahkan Trofi Super League