Suara.com - Persija Jakarta akan melakoni pertandingan final Piala Menpora 2021 leg kedua melawan Persib Bandung di Stadion Manahan, Solo, Minggu (25/4/2021). Laga hidup mati bagi kedua kesebelasan untuk mendapatkan gelar juara.
Seperti diketahui, Macan Kemayoran --julukan Persija-- lebih diuntungkan. Pasalnya, tim kesayangan Jakmania itu sudah unggul 2-0 dari leg pertama yang bergulir di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (22/4/2021).
Akan tetapi, Pelatih Persija, Sudirman tidak mau menganggap hal itu sebagai keuntungan. Ia menekankan kepada Osvaldo Haay dan kawan-kawan bahwa pertandingan leg kedua kembali dengan skor 0-0.
"Besok adalah leg kedua kita ya. Pertama saya syukuri kita bisa menang, tapi dalam pertandingan besok kita masuk ke lapangan dengan skor 0-0 lagi yah," kata Sudirman dalan jumpa pers sehari jelang pertandingan.
"Ini saya tekankan karena saya ingin pemain fokus dan bisa bermain 100 persen meski sudah unggul agregat," tambah mantan pemain Timnas Indonesia tersebut
Sama halnya dengan Sudirman, fullback Persija Marco Motta tidak mau merasa diunggulkan. Pemain asal Italia itu khawatir Maung Bandung --julukan Persib-- bangkit di pertandingan besok.
Oleh karena itu, duel besok harus dilalui dengan sungguh-sungguh. Fokus sepanjang jalannya pertandingan pun harus dilakukan.
"Besok merupakan laga penting, kita harus fokus untuk raih piala. Persib itu tim yang bagus, jadi saya ingin pemain fokus meraih piala," ujar mantan pemain AS Roma dan Juventus itu.
Hasil imbang atau kalah tidak lebih dari dua gol sudah membuat Persija menjadi kampiun Piala Menpora 2021.
Baca Juga: Marco Motta Akui Bukan Pertandingan yang Mudah Lawan Persib, Tapi...
Berita Terkait
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Bocor! Eks Real Madrid dan AFC Ajax Disebut Bakal Gabung Persib Bandung
-
Kata-kata Mike van der Hoorn yang Dirumorkan Gabung Persib Bandung
-
Menjajal Sepatu Andalan Rizky Ridho, Senjata Bek Timnas Indonesia di Lapangan
-
Alfeandra Dewangga Resmi Tinggalkan Persib, Ungkap Alasan Berat di Balik Keputusannya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey