Suara.com - Selepas pensiun dari dunia sepakbola pada 2013 silam, Michael Owen nyatanya sempat coba menggeluti olahraga lain. Namun baru sekali mencoba, dirinya langsung kapok untuk meneruskan.
Olahraga itu adalah lari maraton. Dia coba menjajal lari jarak jauh itu di event London Marathon 2014 atau satu tahun selepas gantung sepatu.
Owen saat itu tak hanya iseng ikut lomba lari yang menguji ketahanan stamina dan fisik itu. Dia jadi peserta demi mengumpulkan dana untuk amal.
Sebagai mantan pesepakbola yang terkenal punya lari begitu kencang, Owen nyatanya tidak tahan menjajal London Marathon.
Dia menyebut itu akan jadi kesempatan pertama dan terakhirnya dalam mengikuti lomba lari jarak jauh.
"Satu-satunya olahjraga yang saya pernah lakukan usai pensiun adalah London Marathon. Itu sangat-sangat sulit dan hal itu tidak akan saya lakukan lagi ke depannya," kata Michael Owen diselingi tawa, saat menghadiri konferensi pers daring acara lari virtual Kop Run Indonesia 2021, Selasa (25/5/2021).
Meski kapok ikut lomba lari jarak jauh, Owen yang merupakan legenda Liverpool tetap semangat mengajak para fans The Reds berolahraga.
Di tengah pandemi Covid-19 di mana hampir seluruh aktivitas manusia menjadi terbatas, olahraga dianggap eks penyerang Manchester United itu penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.
"Tentu itu [London Marathon] beda dengan Kop Run [Indonesia 2021]. Dari pemilihan jaraknya ini terlihat bagus, karena tak terlalu sulit untuk dilakukan," beber Owen soal Kop Run Indonesia 2021 yang akan berlangsung pada 14 Juni hingga 25 Juli 2021.
Baca Juga: Mengaku Fans Berat Real Madrid dan Barcelona, Rashford Hijrah ke La Liga?
Lebih jauh, Michael Owen turut membicarakan kemungkinan dirinya kembali menginjakan kaki di Indonesia. Dia berharap bisa segera menyapa langsung penggemar Liverpool di Tanah Air setelah pandemi Covid-19 usai.
"Saya pernah ke Indonesia sekitar tiga atau empat kali, negara yang Indah. Ini tahun yang sulit untuk semua orang di dunia. kita menunggu dunia lebih baik agar saya bisa kembali ke Indonesia untuk bisa lihat kalian semua," tandas Owen.
Tag
Berita Terkait
-
Sehat di Tengah Pandemi, Michael Owen Ajak Fans Liverpool Ikut Kop Run 2021
-
Villarreal Vs Manchester United, Unai Emery: MU akan Menggebuk Kami
-
Final Liga Europa: Misi Solskjaer Kembalikan Marwah Manchester United
-
Sebut Targetnya di Juventus Sudah Tercapai, Cristiano Ronaldo Hengkang?
-
Liverpool Finis Posisi Tiga Premier League, Klopp: Luar Biasa
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Dedi Kusnandar Tinggalkan Bhayangkara FC, Balik ke Persib? Begini Kata Umuh Muchtar
-
Investasi Rp4 T Tak Berbuah Manis, Florentino Perez Bakal Rombak Skuat Real Madrid
-
Jangan Pecat Hector Souto Seperti Shin Tae-yong!
-
Perang Saudara di Playoff Liga Champions: PSG vs AS Monaco Berebut Tiket 16 Besar
-
Harga Tiket Piala Dunia 2026 Tembus Rp140 Juta, Mauricio Pochettino Pasang Badan untuk FIFA
-
Transfer Maarten Paes ke Ajax Amsterdam Jadi Polemik, Nilai Kontrak Dianggap Merugikan
-
Dibidik John Herdman, Laurin Ulrich Pemain Keturunan Indonesia Bakal Digusur Gelandang Benfica
-
Bak Langit dan Bumi, Beda Nasib Calvin Verdonk dan Dean James di Liga Europa
-
Kenakan Keffiyeh, Pep Guardiola: Anak-Anak Palestina Terbunuh, Dunia Memilih Diam
-
Sriwijaya FC Dibantai 15-0, Inilah Deretan Kekalahan Terbesar Sepanjang Sejarah Liga Indonesia