Bola / bola-indonesia
Reky Kalumata | Adie Prasetyo Nugraha
Logo Piala Wali Kota Solo. [Suara.com/dok]

Suara.com - Pecinta sepakbola Tanah Air akan kembali dimanjakan dengan kehadiran Piala Wali Kota Solo. Turnamen yang berlangsung pada 20-26 Juni 2021 akan menghadirkan delapan tim.

Tidak hanya sekedar menjadi terbaik, tentu turnamen ini memperebutkan hadiah ratusan juta. Tim yang berpartisipasi pun cukup mentereng.

Dari level Liga 1 2021/2022 ada Persib Bandung, Arema FC, Bali United, dan Bhayangkara FC. Sementara dari Liga 2 adalah klub yang kini sedang naik daun seperti Persis Solo, Rans Cilegon FC, Dewa United, serta PSG Pati.

Pertandingan akan menggunakan sistem gugur sejak awal. Tim-tim Liga 1 akan saling berhadapan lebih dahulu, begitu juga dengan Liga 2 yang artinya di final nanti bakal mempertemukan dua klub dari kasta yang berbeda.

Baca Juga: Rans Cilegon FC Tantang Persis Solo, Kaesang Pangarep: Menangkan Dulu Lawan Dewa United

Tentu seluruh pertandingan akan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat layaknya Piala Menpora 2021 beberapa waktu lalu. Selain itu, seluruh pertandingan yang digelar di Stadion Manahan, Solo juga tanpa kehadiran suporter.

"Kami sudah koordinasi banyak hal dengan PSSI termasuk soal prokes di sepakbola. Kami berkaca dari Piala Menpora dan meminta arahan serta petunjuk," kata Cahyadi Wanda selaku ketua organizing committee Piala Wali Kota Solo saat jumpa pers virtual, Jumat (11/6/2021).

"Kami juga sudah menerima pedomannya dan itu akan kami terapkan karena kesehatan pemain nomor satu," jelasnya.

Untuk hadiah, kampiun Piala Wali Kota Solo akan membawa uang tunai Rp 500 juta. Runner-up Rp 300 juta, peringkat ketiga Rp 200 juta, dan keempat Rp 100 juta.

Selain itu ada match-fee juga yang akan diberikan. Namun, match-fee hanya berlaku di babak delapan besar.

Baca Juga: Piala Wali Kota Solo Diikuti Tim-tim Sultan, Ini Jawabannya

Selain itu untuk tim yang kalah di pertandingan pertama setidaknya akan mengantongi uang Rp 40 juta

Komentar