Para pemain Prancis merayakan gol pembuka mereka selama pertandingan sepak bola Grup F EURO 2020 antara Prancis melawan Jerman di Allianz Arena di Munich, Rabu (16/6) dini hari WIB. Matthias Schrader / POOL / AFP
Suara.com - Pertandingan matchday kedua Grup F Euro 2020 antara Hungaria vs Prancis akan digelar di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (19/6/2021) malam WIB. Berikut fakta- fakta menarik jelang laga Hungaria vs Prancis.
Bagi Hungaria, pertandingan tersebut akan menjadi laga hidup mati mereka di Euro 2020. Sedangkan bagi Prancis, tiga poin akan mengantar mereka ke fase knock out.
Di atas kertas, Prancis dengan materi pemain bintang yang dimilikinya merupakan favorit juara di turnamen ini. Tentu saja pada pertandingan ini Les Bleus jelas diunggulkan.
Berikut fakta fakta menarik jelang laga Hungaria vs Prancis yang dihimpun dari Bbc Sport :
- Prancis telah memenangkan kedua pertandingan mereka saat melawan Hungaria di turnamen besar. Prancis menang di fase grup Piala Dunia 1978 (3-1) dan 1986 (3-0).
- Prancis menang dalam lima pertemuan terakhir, mencetak 12 gol dan kebobolan tiga. Prancis hanya memenangkan tiga dari 17 pertandingan sebelumnya melawan Hungaria (Seri 2, Kalah 12).
- Prancis hanya menang sekali dalam delapan pertemuan di Hungaria (Seri 1, L6) - kemenangan 3-1 di Budapest pada 1990, termasuk dua gol dari Eric Cantona.
- Kekalahan Hungaria oleh Portugal mengakhiri 11 pertandingan tak terkalahkan mereka.
Mereka terakhir kalah dalam dua pertandingan pembukaan mereka di turnamen besar di Piala Dunia 1978. - Hungaria tidak pernah menang dalam empat pertandingan terakhir mereka di Euro (Seri 2, Kalah 2), kebobolan setidaknya tiga gol dalam tiga pertandingan terakhir mereka.
- Prancis telah memenangkan lima pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi, tanpa kebobolan satu gol pun.
- Namun Les Bleus belum pernah memenangkan enam pertandingan berturut-turut sejak Juni 2016, dua pertandingan terakhir berturut-turut adalah dua pertandingan pembuka Euro 2016.
- Mereka terakhir menjaga enam clean sheet berturut-turut antara Maret dan September 2007 saat di bawah pelatih Raymond Domenech.
Komentar
Berita Terkait
-
Jerman Serukan Boikot, Prancis Pasang Badan untuk Piala Dunia 2026
-
7 Fakta Menarik Mike Octavian: Dulu Manusia Silver Kini Jadi Model, Ada Turunan Belanda dari Kakek
-
Inntip Momen Keakraban Macron Sambut Prabowo di Paris, Ada Pelukan Hangat saat Jamuan Pribadi
-
Prancis Tolak Wacana Boikot Piala Dunia 2026, Sepak Bola Pemersatu Bukan Arena Konflik Politik
-
Nuits de la Lecture 2026 Resmi Digelar, Rayakan Literasi Lewat Tema Kota dan Desa
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
John Herdman: Persija Jakarta Luar Biasa
-
Media Belanda: Transfer Maarten Paes ke Ajax Kental Campur Tangan Ordal PSSI
-
Mauricio Souza: Saya Suka Inisiatif John Herdman
-
Marc-Andre ter Stegen Hengkang ke Girona, Siapa Kapten Baru Barcelona?
-
Pengakuan Juwensley Onstein: Saya Diasuh Keluarga Angkat
-
Arbeloa Targetkan Poin Penuh di Lisabon Demi Hindari Drama Playoff Liga Champions Musim Ini
-
Misi Kemanusiaan Viking Persib Club: Ubah Jersey Marc Klok Jadi Ribuan Porsi Makanan di Cisarua
-
Kapten Timnas Futsal Indonesia Belum Puas Meski Sudah Bantai Korsel, Kenapa?
-
Bukan Transfer Dadakan, Terungkap Ajax Ternyata Sudah Pantau Maarten Paes Sejak Dua Tahun Lalu
-
Dihujat Pulang ke Liga Indonesia, Shayne Pattynama: Jangan Rendahkan Sepak Bola Sendiri