Suara.com - Kapten timnas Portugal Cristiano Ronaldo baru saja sukses menorehkan sejarah baru di ajang Euro 2020 usai mengantar timnya lolos ke babak 16 besar.
Di usia 36 tahun Ronaldo tetap tampil impresif, dan hal itu tidak lepas dari komitmennya dalam berlatih dan juga diet ketat yang dijalaninya selama puluhan tahun.
Rahasia Ronaldo dalam menjaga kebugaran di usia yang untuk seorang pesepak bola masuk dalam kategori 'tua', dibeberkan oleh Daouda Peeters, gelandang 22 tahun asal Belgia milik Juventus.
Daouda Peeters mengenal Cristiano Ronaldo dengan baik. Peeters kebanyakan bermain untuk Juventus U23 tetapi sering berlatih dengan tim utama dan telah melakukan debutnya, bermain bersama Ronaldo.
Peeters mengungkapkan beberapa rahasia yang memungkinkan Cristiano untuk terus maju dan menjadi salah satu pemain terbaik di dunia, salah satunya berkaitan dengan diet bintang Portugal itu.
"Dia selalu makan dengan menu yang sama: brokoli, ayam, dan nasi," kata Peeters kepada HLN.
"berliter air putih, tanpa Coca-Cola."
"Cristiano ingin selalu menang dan di mana saja. Dia membuat pemain muda tumbuh. Dia benar-benar melibatkan Anda."
Pemain internasional Belgia U21 itu juga menyoroti seberapa besar Ronaldo merawat dirinya sendiri sepanjang musim.
Baca Juga: Benzema Turuti Instruksi Ronaldo Saat Portugal Vs Prancis dan 4 Berita Bola Terkini
"Dia tidak melakukan latihan perut itu karena kesombongan, tetapi karena dia melihat tubuhnya sebagai alat untuk bekerja," lanjut Peeters.
"Ini bukan kasus Cristiano berdiri di depan cermin selama berjam-jam. Bagaimanapun, dia tidak akan punya waktu untuk itu. Ketika dia berada di klub, itu terutama untuk berlatih. Dia benar-benar hidup untuk pekerjaannya."
"Cristiano adalah pria yang sangat baik, tetapi pada saat yang sama dia menganggap sepak bola sangat serius," katanya.
Di babak 16 besar Euro 2020, Portugal akan berhadapan dengan Belgia. Duel Belgia vs Portugal akan digelar di Estadio de La Cartuja, Seville, 28 Juni mendatang.
Peeters pun yakin Ronaldo akan sangat fokus dan termotivasi untuk menyingkirkan Belgia dari Euro 2020.
"Di bus dia tidak banyak bicara lagi. Dia akan sangat termotivasi untuk mengalahkan Belgia [di babak 16 besar Euro 2020]."
Tag
Berita Terkait
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Portugal Ingin Menangkan Piala Dunia 2026 untuk Diogo Jota
-
Cetak 19 Gol, Lionel Messi Lewati Rekor Para Legenda di Piala Dunia
-
Ada Final Kepagian! Ini Jadwal Lengkap 32 Besar Piala Dunia 2026
-
19 Gol Lionel Messi di Piala Dunia, La Pulga Tetap Sanjung Ronaldo
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Jurgen Klopp Buka Peluang Latih Timnas Jerman
-
Data dan Fakta usai Brasil Hajar Jepang: Rekor Casemiro hingga Kutukan Samurai Biru
-
Marcos Llorente Bongkar Cara Spanyol Kalahkan Austria: Kasih Saja Bola ke Lamine Yamal
-
Magis Carlo Ancelotti! Ketenangannya Selamatkan Brasil dari Aib Terburuk di Piala Dunia 2026
-
Julian Nagelsmann Nilai Timnas Jerman Bukan Lagi Tim Elite Dunia Usai Gugur di Piala Dunia 2026
-
Noussair Mazraoui Sesumbar usai Depak Belanda: Maroko Kini Sejajar dengan Tim Elit Dunia
-
Hajime Moriyasu Menilai Jarak Kualitas Jepang dan Brasil Kini Semakin Menipis
-
Eksperimen Gagal Ronald Koeman! Belanda Dihajar Maroko saat Pakai 5 Bek Lagi Setelah 2 Tahun
-
Mariano Peralta Pilih Persib Dibanding Persija karena Ingin Tampil di Asia?
-
Martinelli: Kami Percaya Diri karena Carlo Ancelotti Bersikap Tenang di Pinggir Lapangan