Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong akhirnya memberikan klarifikasi terkait perang narasi antara PSSI dan media Korea Selatan terkait kondisi kesehatannya.
PSSI dalam rilisnya mengatakan Shin Tae-yong harus kembali ke Korea Selatan untuk berobat dan melakukan pengecekan kesehatan.
Juru taktik timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu sempat terinfeksi virus Corona hingga kesehatannya sempat memburuk, sebelum pulih dan kembali melatih Timnas Indonesia.
Namun pernyataan PSSI mendapat bantahan dari media Korea Selatan. Mereka menganggap PSSI berbohong karena Shin Tae-yong diklaim sedang baik-baik saja.
Dua narasi berbeda itu menimbulkan polemik, dan Shin Tae-yong akhirnya buka suara. Dia mengakui memang pulang ke Korea Selatan untuk berobat di mana pernyataan itu secara tak langsung membela PSSI.
"Saya meminta izin kepada Ketua Umum PSSI (Mochamad Iriawan) agar saya dapat pulang ke Korea Selatan dengan pertimbangan efek Covid-19 yang pernah saya alami. Saya akan berobat dan check up di Korea Selatan," kata Shin Tae-yong dalam rilis PSSI, Jumat (2/7/2021).
Kepulangan Shin Tae-yong ke Korea Selatan ini juga dikarenakan situasi yang tidak memungkinkan untuk menjalankan program timnas Indonesia lantaran kasus Covid-19 yang tengah melonjak tajam.
Tadinya, PSSI juga berencana menggelar training camp (TC) sekaligus seleksi Timnas Indonesia U-18 untuk Piala Dunia U-20 2023, tetapi batal karena infeksi virus Corona kian merebak di Tanah Air.
"Setelah berkoordinasi dengan PSSI dan melihat pandemi Covid-19 yang sedang tinggi di Jakarta tentu tidak memungkinkan digelarnya pemusatan latihan Timnas. Begitu selesai melakukan pengobatan tentu saya akan segera kembali ke Indonesia," beber Shin Tae-yong.
Baca Juga: Liga 1 Ditunda, Persita Tangerang Tetap Maksimalkan Persiapan
Selain Shin Tae-yong, empat asisten pelatih Timnas Indonesia, yakni Choi In-cheul, Kim Woo-jae, Kim Hae-won dan Lee Jae-hong turut serta kembali ke Korea Selatan.
Saat ini PSSI menunggu update road map terbaru lagi dari Shin Tae-yong sembari menjalani pengobatan di Korea Selatan. PSSI pun berharap Shin Tae-yong cepat sembuh dan segera kembali melatih Timnas Indonesia.
Tag
Berita Terkait
-
Yunus Nusi: PSSI akan Ajukan Naturalisasi Pemain jika Diminta Shin Tae-yong
-
PSSI Minta Ezra Walian Tingkatkan Ini Jika Ingin Perkuat Timnas Indonesia
-
Pemain PSMS Medan Kecewa Liga Ditunda
-
PSMS Berharap PSSI Terbitkan Kebijakan Gaji Pemain
-
PPKM Darurat, Menpora Sarankan Klub-klub Liga 1 Minta Arahan PSSI
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana