Suara.com - Pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate berhasrat membawa negaranya mengakhiri kutukan mereka di semifinal turnamen besar. Inggris berharap dapat mengalahkan Denmark dan mencapai final turnamen internasional untuk pertama kalinya sejak 1966 silam.
Inggris telah tersingkir empat kali di semifinal turnamen besar sejak memenangkan Piala Dunia pada 1966.
Kekalahan semifinal Piala Dunia dari Kroasia tiga tahun lalu adalah yang terbaru, tetapi Southgate yakin timnya telah belajar dari kekecewaan itu menjelang laga semifinal Euro 2020 kontra Denmark.
Armada Southgate akan menantang Denmark di Wembley, London, Kamis (8/7/2021) dini hari WIB.
"Kami telah mematahkan begitu banyak hambatan yang dirasakan, namun tentu kami ingin mengakhiri kutukan ini (kalah di semifinal)," ucap Southgate seperti dilansir Sky Sports.
"Apapun itu, saya merasa kelompok pemain ini (skuad Inggris) akan melihat pertandingan (lawan Denmark) sebagai tantangan berikutnya," sambung pelatih berusia setengah abad itu.
"Saya kira bagian yang menarik bagi kami adalah kami tidak akan merasa benar-benar puas bila itu hanya mencapai semifinal bagi kami. Sedangkan mungkin tiga tahun lalu, meski ada kekecewaan besar setelah semifinal, ada perasaan kami sudah melangkah jauh."
“Sekarang kami telah mereplikasi apa yang kami lakukan di sana (Piala Dunia 2018), tetapi untuk Euro kali ini, saya pikir itu tidak akan cukup untuk memuaskan skuad ini. Itu pertanda positif."
"Hal lain yang sangat positif, para pemain muda ini - 18, 19, 20, 21 tahun - mendapatkan lebih banyak pengalaman tentang Inggris yang positif dan menyenangkan. Dan mereka merasakan bagaimana rasanya mengenakan seragam Inggris, bersenang-senang, memenangkan pertandingan, serta menjalin hubungan dengan fans."
Baca Juga: Mulai Aktif Bekerja untuk AS Roma, Mourinho Update Kondisi Leonardo Spinazzola
"Itu sangat penting bagi generasi yang akan datang. Kami akan mengeluarkan lebih banyak dari bakat mereka bila kami dapat menjaga hubungan itu dengan para penggemar," tukas Southgate.
Berita Terkait
-
Laga Terbaik Piala Dunia 2026? Inggris Kalahkan Prancis 6-4, Ending-nya Bikin Haru
-
Gary Neville Kritik Taktik dan Komentar Tuchel soal 'DNA Inggris' Usai Tersingkir dari Piala Dunia
-
Pangeran William dan Keir Starmer Sangat Kecewa Setelah Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026
-
Sesumbar Eks Gelandang Timnas Inggris: Kami Akan Pulangkan Lionel Messi!
-
Penantian 20 Tahun Tuntas! Lionel Messi Siap Lakoni Duel Perdana vs Inggris di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pemain Timnas Indonesia Pernah Dipantau Como 1907, Tak Ada yang Lolos Standar Cesc Fabregas
-
Jalan Pintas Penuhi Target PLTS 30 GW, Andalkan Kawasan Industri
-
Harga Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup Jadi Standar Kemewahan yang Tak Masuk Akal
-
Profil Raja Harald V, Raja Eropa Paling Bersejarah Bawa Norwegia ke Era Modern
-
Hair Dryer vs Air-Dry: Cara Mana yang Lebih Aman untuk Rambut?
-
Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah
-
Lebih Murah! Yamaha R2 Resmi Mengaspal, Usung Mesin DOHC: Intip Bedanya dengan R15
-
Anak Penerima Pekerja Upah Masih Ditanggung JKN, Begini Syaratnya
-
Polisi Disebut Berhasil Tangkal 'Angsa Hitam' di Demo 27 Agustus, Begini Analisanya
-
Muktamar NU di Jombang Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren