Bola / Bola Dunia
Kamis, 02 Juli 2026 | 12:40 WIB
Thomas Tuchel. [OZAN KOSE / AFP]
Baca 10 detik
  • Inggris lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026 usai menang comeback atas Kongo.

  • Thomas Tuchel memuji mentalitas pemain dan performa gemilang kiper lawan, Lionel Mpasi.

  • The Three Lions selanjutnya menantang tuan rumah Meksiko di Stadion Azteca yang angker.

Suara.com - Timnas Inggris berhasil melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah membalikkan keadaan secara dramatis kontra Republik Demokratik Kongo. Sentuhan taktis dan suntikan motivasi dari juru taktik menjadi kunci utama runtuhnya tembok pertahanan rapat wakil Afrika tersebut.

The Three Lions sempat dikejutkan oleh gol kilat penyerang Kongo, Brian Cipenga, yang menguji kesiapan mental skuad Tiga Singa. Namun, ketenangan pemain di lapangan menjadi pembeda dalam laga hidup-mati yang berlangsung di Stadion Atlanta ini.

Dwigol dari kapten Harry Kane akhirnya memastikan kemenangan berharga bagi raksasa Eropa tersebut. Ketajaman sang striker sekaligus membuktikan bahwa lini serang Inggris tetap menakutkan di bawah tekanan besar.

Harry Kane. (fifa.com)

"Kami harus memiliki mentalitas seperti itu. Saat pertandingan menjadi sulit, ya memang akan sulit. Tetapi jangan kehilangan kesabaran dan jangan pernah kehilangan keyakinan," kata Tuchel, dikutip dari laman resmi FIFA, Kamis.

Keputusan krusial diambil sang pelatih asal Jerman pada babak kedua dengan menyegarkan sektor sayap. Anthony Gordon dan Bukayo Saka dimasukkan secara bersamaan untuk menggantikan Marcus Rashford serta Noni Madueke.

Masuknya tenaga baru langsung mengubah dinamika serangan dan merusak konsentrasi lini belakang lawan. Gordon tampil luar biasa dengan menyumbang 2 umpan matang yang sukses dikonversi menjadi gol.

Inggris sebenarnya mendominasi jalannya laga dengan melepaskan belasan tembakan ke arah gawang Kongo. Namun, lini pertahanan lawan yang disiplin membuat Kane dan kolega harus memeras keringat lebih dalam.

"Namun setelah jeda minum pertama, kami mulai menguasai pertandingan. Para pemain pengganti masuk dan memberikan energi baru, lalu kami berhasil membalikkan keadaan. Menurut saya kami memang pantas menang, meski harus bekerja sangat keras," ucap pelatih asal Jerman itu.

Apresiasi tinggi juga patut diberikan kepada penjaga gawang RD Kongo, Lionel Mpasi, yang tampil heroik. Sang kiper berulang kali melakukan penyelamatan krusial yang menggagalkan peluang emas para penyerang Inggris.

Baca Juga: Bukan Lamine Yamal, Sosok Ini Jadi Nyawa Timnas Spanyol Lawan Austria

"Kiper mereka, Mpasi, tampil luar biasa. Penyelamatan yang dia lakukan benar-benar fantastis," puji dia.

Ujian sesungguhnya kini sudah menanti Inggris pada fase gugur berikutnya di turnamen sarat gengsi ini. Mereka dijadwalkan bersua Meksiko, sang tuan rumah yang dikenal memiliki pertahanan paling solid sepanjang kompetisi.

Meksiko melaju meyakinkan setelah menundukkan Ekuador 2 gol tanpa balas di babak sebelumnya. Skuad El Tri juga memegang rekor fantastis saat bermain di hadapan publik mereka sendiri.

Pertemuan klasik ini diprediksi berjalan sengit mengingat reputasi besar yang dimiliki oleh kedua tim. Stadion Azteca yang bersejarah akan menjadi saksi perjuangan Inggris berburu tiket perempat final.

Laga berat ini akan disiarkan langsung pada Senin pagi waktu Indonesia Barat. Publik sepak bola dunia menantikan apakah magis strategi Eropa mampu meredam keangkeran markas raksasa Amerika Utara tersebut.

Load More