Bola / Bola Indonesia
Rabu, 07 Juli 2021 | 22:49 WIB
Asisten pelatih Borneo FC, Ahmad Amiruddin. (HO/Borneofc.id)

Suara.com - Tim pelatih Borneo FC mengakui susahnya mengatur program latihan bagi para pemain di tengah kondisi yang tidak menentu, seiring meningkatnya kasus COVID-19 yang akhirnya menyebabkan kick-off Liga 1 2021-2022 diputuskan ditunda.

"Kami dalam situasi sulit. Sebab, saat kami mengatur program sampai pada puncaknya, justru kompetisi ditunda," kata asisten pelatih Borneo FC, Ahmad Amiruddin seperti dimuat Antara, Rabu (7/7/2021).

Diakui Coach Amir, sapaan akrabnya, saat ini situasinya menjadi susah, sebab tim pelatih kesulitan mengatur intensitas latihan karena kondisi yang tak menentu.

Kalaupun ada penundaan, kata dia, seharusnya PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) memberikan kepastian kapan kompetisi bisa digulirkan.

Ya, wacana musim baru Liga 1 kick-off akhir bulan ini atau awal bulan depan memang belum benar-benar pasti.

"Kalau seperti sekarang kami jadi serba salah. Sebab, tak ada kepastian kapan kompetisi digulirkan. Soalnya ini berkaitan dengan program pelatih, tak hanya Borneo FC, tetapi seluruh tim peserta Liga 1 dan Liga 2," keluh Coach Amir.

Menurut dia, jajaran pelatih Borneo FC saat ini harus bekerja keras karena secara teknis mereka tak hanya memikirkan bagaimana program latihan bisa dijalankan saat kompetisi kembali mengalami penundaan.

Tim pelatih, kata Coach Amir, kini juga harus melihat bagaimana kondisi pemain dari sisi psikologis usai mengetahui kompetisi yang harusnya start akhir pekan ini ditunda.

Borneo FC harusnya memulai laga perdana mereka di Liga 1 2021-2022 pada 11 Juli 2021, dengan menghadapi Persebaya Surabaya.

Baca Juga: Simon Kjaer: Ini Generasi Emas Denmark, Inggris Jangan Anggap Enteng!

Akibat penundaan ini, manajemen Borneo FC pun akhirnya meliburkan skuadnya, dengan tujuannya agar para pemain bisa kembali fresh saat latihan bersama dimulai lagi.

"Terus terang kami kasihan melihat pemain. Mereka sudah kerja keras dalam latihan, tetapi akhirnya kompetisi tak digulirkan," keluh Ahmad Amiruddin.

Load More