Suara.com - Menjadi anak gawang bukanlah sesuatu yang memalukan. Siapa sangka dalam tugasnya memungut bola, mereka bisa banyak belajar dari pemain yang beradu di lapangan dan menjadi bintang top di kemudian hari.
Di sepak bola teratas Eropa, biasanya anak gawang atau Ball Boy menggunakan para pemain di akademi. Tak ayal, kesempatan itu menjadi kesempatan berharga bagi para pemain muda di suatu klub.
Menjadi anak gawang memberikan kesempatan ke banyak para pemain muda untuk menonton laga berkualitas atau melihat para idolanya bermain.
Sedikit banyak ilmu bisa didapatkan para pemain muda di suatu laga tersebut dari hanya menjadi anak gawang yang berguna untuk menjadi pemain hebat seperti yang mereka tonton secara langsung.
Oleh karenanya, banyak pemain top di liga-liga Eropa saat ini bermula dari perannya sebagai anak gawang saat masih kecil. Lantas, siapa saja anak gawang yang sukses menjadi pemain top, berikut 6 daftar pemain tersebut.
1. Phil Foden (Manchester City)
Phil Foden disebut sebagai salah satu pemain muda berbakat di dunia sepak bola saat ini. Di usianya yang baru 21 tahun, ia mampu menembus tim utama Manchester City yang bertabur bintang.
Permainannya yang dinamis membuat Foden dijuluki Stockport Iniesta yang merujuk asal daerahnya yakni Stockport di kawasan Manchester.
Sejak kecil, Foden telah menimba ilmu di akademi Manchester City. Tak jarang, ia berkesempatan menonton aksi klubnya bermain.
Baca Juga: Pemilik Anyar Nomor 10 AC Milan, Brahim Diaz Siap Habis-habisan di Musim Baru
Bahkan, Foden juga pernah mencicipi menjadi Player Escort atau maskot dan anak gawang di Maine Road atau Etihad Stadium.
2. Callum Hudson-Odoi (Chelsea)
Bergeser ke Chelsea, ada nama Callum Hudson-Odoi yang pernah mencicipi kiprah sebagai anak gawang sebelum menjadi bintang ternama saat ini.
Pemain yang baru berusia 20 tahun ini memiliki label bintang karena ia mampu menembus tim utama Chelsea dan berpartisipasi dalam keberhasilan The Blues menjuarai Liga Europa 2018/19 dan Liga Champions 2020/21.
Hudson-Odoi dicap sebagai talenta terbaik akademi Chelsea. Talenta tersebut tak hanya ia asah di kala latihan, namun juga kala menjadi Ball Boy.
Momen dirinya saat menjadi anak gawang pernah terlihat kala Samuel Eto'o rayakan Hattrick-nya ke gawang Manchester United dengan Hudson-Odoi yang duduk di pinggir lapangan.
3. Alvaro Morata (Juventus)
Banyak yang mengenal Alvaro Morata sebagai pemain jebolan akademi Real Madrid. Itu tak salah. Namun faktanya, penyerang Spanyol ini pertama kali menimba ilmu di Atletico Madrid.
Karena menimba ilmu di Atletico Madrid, Morata pun sempat menjadi anak gawang di Vicente Calderon (markas lama Atletico).
Sebagai anak gawang, Morata pun banyak menimba ilmu sehingga menjadi penyerang terkenal yang kerap bergonta-ganti klub besar dan kini bermain untuk Juventus.
4. Donny van de Beek (Manchester United)
Donny van de Beek menjadi salah satu pemain yang patut bersyukur tumbuh di lingkungan Ajax Amsterdam dengan sederet pemain hebat.
Tumbuh di akademi Ajax pun lantas membuat Van de Beek berkesempatan menjadi anak gawang di Amsterdam Arena dan menonton para pemain hebat seperti Luis Suarez.
Secara tak langsung, ia pun mendapat ilmu dari para pemain berkualitas Ajax dan mampun ia terapkan dalam karier sepak bola.
Karena hal tersebut, Van de Beek mendapat pinangan dari berbagai tim besar sebelum berakhir di Manchester United.
5. Matthijs de Ligt (Juventus)
Sama dengan Van de Beek, Matthijs de Ligt juga merupakan produk asli akademi Ajax Amsterdam.
Seperti Van de Beek pula, De Ligt pun pernah mencicipi karier sebagai anak gawang di Amsterdam Arena di mana ia mendapat ilmu dari menonton para pemain berkualitas.
Karena latihan intens dan kebiasaan menjadi anak gawang yang menonton sebuah laga dari dekat, kini De Ligt menjadi salah satu bek tangguh di dunia sepak bola.
Buktinya, De Ligt sampai dipinang Juventus dari Ajax dengan mahar mencapai Rp1,1 triliun pada 2019 lalu.
6. Brahim Diaz (AC Milan)
Jagat sepak bola saat itu dibuat heboh dengan foto Brahim Diaz muda menjadi anak gawang di Malaga dan tengah melihat Isco serta Santi Cazorla bermain.
Kehebohan itu bermula saat Brahim Diaz resmi dipinang Real Madrid dari Manchester City. Kala itu, di Los Blancos diperkuat Isco yang merupakan idolanya yang kini menjadi rekannya.
Namun, Brahim Diaz tak bisa menghabiskan masa-masa panjang bersama idolanya tersebut mengingat ia dipinjamkan ke AC Milan kembali untuk musim 2021-2022.
Kontributor: Zulfikar Pamungkas
Tag
Berita Terkait
-
Pep Guardiola Diserang Komunitas Yahudi Manchester Usai Bela Palestina dan Genosida di Gaza
-
Pelukan Pep Guardiola ke Tonali Usai City Singkirkan Newcastle Munculkan Rumor Tak Sedap
-
Mikel Arteta vs Guardiola di Final Carabao Cup: Murid Tantang Guru, Kini Arsenal Punya Keunggulan?
-
Manchester City Tantang Arsenal di Final Carabao Cup usai Hajar Newcastle 3-1
-
Pantang Ciut, Newcastle United Pastikan Tampil Menyerang di Kandang Manchester City
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Michael Carrick Tak Silau, Minta MU Tak Gegabah Angkat Dirinya Jadi Pelatih Tetap
-
Epstein Files Bongkar Cerita Lama Chelsea, Ada Skandal Apa Lagi?
-
Maarten Paes Gagal Debut di Ajax Akhir Pekan Ini, Ada Apa?
-
Tiket Liga Champions Jadi Penentu Masa Depan Carrick di Manchester United
-
Nasib Trent Alexander-Arnold: Suram di Real Madrid, Ditolak Pulang Liverpool
-
Final Piala Asia Futsal 2026: Ketum Federasi Iran Singgung Militansi 16 Ribu Suporter Indonesia
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
5 Alternatif Area Parkir di Indonesia Arena, Bersiap Timnas Indonesia Juara Piala Asia Futsal 2026
-
Panduan Lengkap Cara Menuju Indonesia Arena Tonton Final Piala Asia Futsal 2026
-
Alasan Mengejutkan Fred Grim Tak Mainkan Maarten Paes Lawan AZ Alkmaar