Suara.com - Pendukung Barcelona tengah bersedih setelah mengumumkan kebersamaannya dengan Lionel Messi telah berakhir.
Pengumuman tersebut melengkapi saga transfer Lionel Messi yang untuk pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir tak lagi memiliki ikatan dengan Barcelona.
Sebelumnya, kontrak Messi bersama Barcelona telah berakhir per 1 Juli. Namun, baik pihak sang megabintang dan Barcelona telah sepakat secara verbal untuk meneruskan kerjasamanya.
Pada 4 Agustus lalu, Messi dan sang ayah, Jorge, telah berada di Barcelona untuk menandatangani kontrak anyar. Bahkan, pemain berjuluk La Pulga ini sepakat memangkas gajinya hingga 50 persen.
Sayangnya, usaha Messi tersebut terganjal aturan batas gaji La Liga Spanyol. Diketahui, Barcelona telah berada di ambang batas gaji.
Kegagalan Barcelona melego Antoine Griezmann dan Samuel Umtiti serta datangnya para pemain anyar membuat Blaugana telah diambang batas gaji yang ditetapkan, yakni Rp 6,49 triliun.
Alhasil, Messi pun tak bisa menandatangani kontrak baru bersama Barcelona yang membuat dirinya kini bebas bergabung dengan tim lainnya.
Kabar ini tak ayal menjadi buah bibir di kalangan pecinta sepak bola. Karena dengan fakta ini, pecinta si kulit bundar bisa saja melihat Messi berseragam tim lainnya di karier profesionalnya.
Jika benar hal tersebut menjadi akhir dari karier Lionel Messi di Barcelona, ada baiknya mengenang kembali pencapaian La Pulga bersama klub asal Catalan tersebut. Berikut daftarnya.
Baca Juga: Alasan Barcelona Tak Mungkin Pensiunkan Nomor 10 untuk Messi
1. 92 Gol dalam 1 Tahun Kalender
Salah satu pencapaian terbaik Lionel Messi bersama Barcelona adalah mencetak 91 gol dalam satu tahun kalender di tahun 2012.
Pencapaian tersebut mengalahkan catatan Gerd Muller yang mencetak 85 gol dalam satu tahun kalender di tahun 1972.
Rincian dari 91 gol yang Messi buat yakni 59 gol di La Liga, 13 gol di Liga Champions, 5 gol di Copa del Rey, 2 gol di Piala Super Spanyol, dan 12 gol bersama Argentina.
Torehan 91 gol itu pun dibarengi dengan catatan 24 assist yang membuat kontribusi Messi di tahun tersebut mencapai 115 gol.
Wajar jika di tahun tersebut ia dianugerahi penghargaan Ballon d’Or.
Berita Terkait
-
Kylian Mbappe Depak Lionel Messi dari Puncak Top Skor Piala Dunia 2026
-
Kisah Vozinha Tembok Cape Verde, Si Kiper yang Buat Lionel Messi Frustrasi
-
Lionel Messi Cetak 3 Rekor Gila saat Bantu Argentina Singkirkan Tanjung Verde
-
Messi Antar Argentina ke 16 Besar usai Duel Sengit Lawan Cape Verde
-
Lionel Messi Tembus 20 Gol, Jauhi Kylian Mbappe di Daftar Top Skor Abadi Piala Dunia
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ole Romeny Susul Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen Gabung Persib Bandung? Ini Kodenya
-
Cahya Supriadi Pasang Target Balas Dendam ke Vietnam, Timnas Indonesia Siap Buru Gelar Piala AFF
-
Optimisme PSSI Membumbung! Sumardji Ungkap Alasan Timnas Indonesia Diyakini Bisa Juara Piala AFF
-
Witan Sulaeman Bertahan di Persija hingga 2029, Punya Misi yang Belum Tuntas Bersama Macan Kemayoran
-
3 Fakta Menarik Jelang Brasil vs Norwegia, Taktik Mematikan Aliran Bola Erling Haaland
-
Momen Bendera Palestina Berkibar Setelah Mesir Menumbangkan Australia
-
Didier Deschamps Ungkap Alasan Prancis Sulit Kalahkan Paraguay
-
Thomas Tuchel: Lawan Meksiko Tenang Aja
-
Kylian Mbappe ke Paraguay: Kami Bisa Juga Mengotori Tangan, Tapi Itu Cara Buruk
-
Jesse Marsch: Kami Lebih Baik di Babak Pertama, Maroko 'Ngegas' di sepertiga Akhir Laga