Bola / Bola Indonesia
Minggu, 05 Juli 2026 | 13:27 WIB
Kiper Timnas Indonesia Cahya Supriadi (IG Cahya Supriadi)
Baca 10 detik
  • Kiper Cahya Supriadi mengusung misi balas dendam sportif atas kekalahan dari Vietnam sebelumnya.

  • Timnas Indonesia menargetkan gelar juara pertama sepanjang sejarah pada ASEAN Championship 2026.

  • Kehadiran pelatih John Herdman dan kombinasi pemain diaspora membuat skuad Garuda lebih siap.

Suara.com - Kiper Timnas Indonesia, Cahya Supriadi, membawa motivasi besar jelang tampil di ASEAN Championship 2026 alias Piala AFF 2026. Penjaga gawang berusia 22 tahun itu bertekad membantu skuad Garuda membalas kekalahan dari Vietnam pada edisi sebelumnya sekaligus mengantar Indonesia meraih gelar juara yang selama ini dinantikan.

Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Kamboja, Singapura, dan Timor Leste. Turnamen bergengsi Asia Tenggara tersebut akan berlangsung mulai 24 Juli hingga 26 Agustus 2026.

Sejak awal, PSSI bersama jajaran pelatih telah menetapkan target tinggi. Skuad Garuda diharapkan mampu mengakhiri penantian panjang dengan membawa pulang trofi ASEAN Championship untuk pertama kalinya.

Performa impresif kiper muda PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi terus mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. [Dok PSIM Yogyakarta]

Bagi Cahya Supriadi, laga melawan Vietnam memiliki arti yang sangat spesial. Ia masih mengingat kekalahan 0-1 yang dialami Indonesia saat menghadapi The Golden Star Warriors di Piala AFF 2024, sebuah pertandingan yang menurutnya menyajikan atmosfer luar biasa di kandang lawan.

“Mungkin tahun ini waktunya balas dendam untuk Vietnam. Kita kerja keras, karena tahu Vietnam bisa menghalalkan segala cara agar dia bisa menang,” ujar Cahya Supriadi.

Meski menggunakan istilah "balas dendam", Cahya menegaskan bahwa Timnas Indonesia tidak akan terpancing bermain kasar. Menurutnya, balasan terbaik adalah menunjukkan kerja keras, mental yang tangguh, serta intensitas permainan yang lebih tinggi sepanjang pertandingan.

“Pada intinya kita harus lebih kerja keras dibandingkan Vietnam. Kalau Vietnam bisa seperti itu, kita bisa lebih seperti itu,” jelas Cahya Supriadi.

Cahya juga menilai kekuatan Timnas Indonesia saat ini jauh lebih siap dibandingkan ketika tampil di Piala AFF 2024. Saat itu, mayoritas skuad diisi pemain U-23 yang harus menghadapi tim-tim senior dengan pengalaman lebih matang.

Walau harus menelan kekalahan tipis, pengalaman bertanding di hadapan puluhan ribu pendukung Vietnam menjadi pelajaran berharga bagi dirinya dan rekan-rekan setim.

Baca Juga: Tak Sepakat Piala AFF Disebut Ecek-ecek, PSSI: Kita Belum Juara

“Mungkin berbeda, karena 2024 kita komposisi pemain mayoritas menggunakan pemain U-23. Waktu itu juga kita mungkin kalah sama Vietnam hanya 1-0, main di Vietnam, tekanan Vietnam seperti apa kita rasakan. Kita merasakan atmosfer yang berbeda di level yang senior,” ucapnya.

Kini, Cahya optimistis skuad racikan John Herdman memiliki kualitas yang lebih lengkap. Kombinasi pemain senior, diaspora, dan talenta muda dinilai membuat Timnas Indonesia semakin kompetitif untuk bersaing hingga babak akhir turnamen.

Ia berharap kesempatan di ASEAN Championship 2026 bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengukir prestasi sekaligus menghapus kenangan pahit dari pertemuan melawan Vietnam dua tahun lalu.

“Tapi, mungkin dengan komposisi tahun ini semoga kita bisa memberikan hasil yang terbaik dan bisa membanggakan Indonesia pada turnamen tahun ini,” tutup Cahya Supriadi.

Load More