-
Brasil harus mematikan suplai bola Erling Haaland untuk menghentikan produktivitas gol lini depan Norwegia.
-
Trio gelandang Selecao bertugas meredam kreativitas Martin Odegaard yang menjadi motor serangan utama lawan.
-
Pertahanan Norwegia yang sudah kebobolan delapan gol menjadi celah bagi kedalaman skuat striker Brasil.
Suara.com - Ujian berat menghadang Brasil saat bersua Norwegia dalam perebutan tiket perempat final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey.
Tim asuhan Carlo Ancelotti wajib mematikan poros permainan lawan jika tidak ingin mengemas koper lebih awal.
Meskipun secara peringkat FIFA Tim Samba jauh mengungguli lawan, statistik produktivitas gol justru berpihak pada sang rival.
Berikut adalah 3 kelemahan fatal Norwegia yang bisa dimanfaatkan Brasil untuk mengunci kemenangan:
1. Ketergantungan Akut pada Sosok Erling Haaland
Gaya gempur Norwegia sangat bertumpu pada ketajaman penyerang Manchester City yang sudah mengemas lima gol tersebut.
Kondisi ini menjadi senjata utama sekaligus titik rapuh terbesar yang bisa membuat permainan mereka berantakan.
Jika lini belakang Brasil mampu memutus suplai bola ke lini depan, daya ledak skuat asuhan Stale Solbakken dipastikan langsung lumpuh.
Sebab utama rapuhnya kolektivitas Norwegia terbukti saat mereka hancur lebur 1-4 dari Prancis tanpa kehadiran sang bomber utama.
Baca Juga: Thomas Tuchel: Lawan Meksiko Tenang Aja
2. Kunci Kreativitas Ada pada Martin Odegaard
Aliran bola vertikal menuju lini depan Norwegia hampir seluruhnya diatur oleh pergerakan dinamis sang kapten.
Mematikan ruang gerak gelandang Arsenal ini akan otomatis menghentikan pasokan amunisi matang bagi barisan penyerang mereka.
Tugas berat ini berada di pundak trio gelandang tangguh Brasil yang sudah sangat mengenal karakternya di kompetisi domestik.
Casemiro, Bruno Guimaraes, dan Lucas Paqueta harus agresif merusak ritme permainan sebelum sang kreator melepaskan umpan magisnya.
3. Keroposnya Lini Pertahanan Orjan Nyland
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
UEA Bekukan Transaksi Iran, Harga Minyak Capai Level Tertinggi 4 Pekan Terakhir
-
Miris! 9 Perempuan Disandera di Distrik Jila Mimika, Mayoritas Pelajar SD dan Ada yang Hamil Muda
-
Temui Korban Gempa NTT, Purbaya: Presiden Prabowo Tidak Melupakan Kondisi Masyarakat
-
Bulan Bintang Kembali Berkibar di Aceh, Ada Apa di Balik Kericuhan?
-
Pukul Pacar, Dokter di Bali Ditetapkan Tersangka dan Ditahan
-
Ramalan Shio Hari Ini 20 Agustus 2026 Lengkap: Keputusan Besar Menanti, Siapa Paling Hoki?
-
Ganti Rugi Lahan Stadion Sudiang Rp18 Miliar Belum Dianggarkan
-
Harga Beda Tipis, Ini iPhone yang Paling Menarik Dibeli di 2026
-
Anggaran Ketahanan Pangan Naik Jadi Rp195,32 T pada RAPBN 2027, Ini Rincian Alokasinya
-
Anggaran MBG Menyusut Jadi Rp240,2 Triliun, Sasaran Berkurang 10,8 Juta