-
Pelatih Mesir Hossam Hassan mengibarkan bendera Palestina setelah berhasil mengalahkan Australia.
-
Hassan mendedikasikan kemenangan emosional lewat adu penalti tersebut kepada rakyat Palestina.
-
Insiden pengibaran bendera ini memicu kritik keras terkait dugaan standar ganda FIFA.
Suara.com - Pelatih Timnas Mesir Hossam Hassan memicu sorotan global setelah mengibarkan bendera Palestina di lapangan usai menumbangkan Australia di Piala Dunia 2026. Aksi emosional ini membawa tensi geopolitik langsung ke dalam arena Piala Dunia 2026.
Solidaritas yang ditunjukkan di lapangan hijau tersebut terekam dalam video yang langsung viral di berbagai platform media sosial. Di latar belakang video, terdengar jelas gemuruh suara suporter yang menyuarakan yel-yel kebebasan untuk Palestina.
Langkah berani Hassan mematahkan batasan antara olahraga dan politik luar negeri di tengah turnamen akbar ini. Keputusan tersebut diambil sesaat setelah Mesir memastikan kemenangan penting mereka melalui drama adu penalti.
Hassan secara terbuka menyatakan bahwa pencapaian timnya malam itu bukan hanya milik masyarakat Mesir. Melalui sesi wawancara pasca-pertandingan, ia mendedikasikan hasil positif ini untuk rakyat Palestina.
"Hati dan jiwa saya bersama mereka," tambahnya dalam wawancara pasca-pertandingan, dikutip dari FOXnews, Minggu (5/7/2026).
"Saya mendedikasikan kemenangan ini untuk rakyat Palestina. Semoga Allah memberikan mereka kemenangan dan merahmati para syuhada mereka."
Kehadiran simbol-simbol Palestina di tribun penonton sebenarnya sudah terlihat sejak babak penyisihan grup berlangsung. Fenomena ini memicu pertanyaan besar mengenai konsistensi regulasi dari otoritas sepak bola tertinggi dunia.
Banyak pihak mulai mempertanyakan mengapa atribut politik dari satu negara tertentu diperbolehkan masuk ke stadion. Narasi ini berkembang menjadi perdebatan mengenai adanya perlakuan berbeda dalam penegakan aturan di lapangan.
Sentimen diskriminasi mencuat karena adanya laporan mengenai pelarangan pengibaran bendera Israel sepanjang turnamen. Kontras kebijakan inilah yang dinilai menciptakan standar ganda yang memecah belah opini publik.
Baca Juga: Fenomena Lucky Charm Saat Nonton Piala Dunia, Mitos atau Efek Psikologis?
Hingga saat ini, pihak penyelenggara belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden pengibaran bendera tersebut. FIFA memilih untuk bungkam dan tidak merespons permintaan konfirmasi yang diajukan oleh berbagai media internasional.
Isu politik dan sepak bola internasional memang kerap bergesekan meski FIFA selalu mengampanyekan netralitas di stadion. Sebagai informasi, tim nasional Palestina sendiri tidak ikut berkompetisi dalam putaran final Piala Dunia kali ini.
Namun, dukungan emosional dari negara-negara Arab seperti Mesir tetap membawa isu kemanusiaan ini ke panggung dunia. Pertandingan ketat melawan Australia yang berakhir lewat adu penalti akhirnya menjadi panggung pembuktian solidaritas tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Didier Deschamps Ungkap Alasan Prancis Sulit Kalahkan Paraguay
-
Thomas Tuchel: Lawan Meksiko Tenang Aja
-
Kylian Mbappe ke Paraguay: Kami Bisa Juga Mengotori Tangan, Tapi Itu Cara Buruk
-
Jesse Marsch: Kami Lebih Baik di Babak Pertama, Maroko 'Ngegas' di sepertiga Akhir Laga
-
Kunci Kemenangan Maroko Atas Kanada, Azzedine Ounahi Borong 2 Gol
-
Stale Solbakken Anggap Brasil Bukan Tim Favorit, Erling Haaland cs Pede Menang
-
Kylian Mbappe Depak Lionel Messi dari Puncak Top Skor Piala Dunia 2026
-
Dipantau Langsung Pelatih Jepang, HSL All Stars 2026 Jadi Seleksi Timnas Putri Indonesia U-16
-
Pelatih Jan Olde Riekerink Meninggalkan Dewa United Usai Membawa Klub Melejit ke Papan Atas
-
Prancis Ditantang Maroko di Perepat Final Piala Dunia 2026