Suara.com - Setelah vakum sekitar 1,5 tahun dan beberapa kali tertunda, Liga 1 2021/2022 siap bergulir. Penonton bisa menyaksikan kompetisi sepakbola kasta teratas Indonesia diberbagai platform.
Selain bisa menyaksikannya di saluran televisi free to air, para penggemar sepakbola juga bisa menyaksikan laga-laga seru lewat cara lain.
Jika ingin menggunakan saluran televisi berbayar, total 306 laga Liga 1 2021 bisa disaksikan lewat MNC Vision Networks melalui MNC Vision, K-Vision, dan MNC Play.
Lewat tiga platform tersebut, penonton dipastikan bisa menyaksikan laga-laga Liga 1 2021/2022 di mana saja. Bisa melalui televisi dan juga streaming via smartphone.
"Sebagai official broadcaster BRI Liga 1 2021 untuk TV berlangganan, pelanggan bisa menyaksikan total 306 pertandingan di Soccer Channel, MNC Sports, dan OK TV," tutur Direktur Non OTT Product Marketing dan Subscriber Management PT MNC Vision Networks, Adita Widyansari.
Selain bisa menyaksikan pertandingan di mana pun melalui tiga gadget sekaligus, penonton yang ketinggalan juga bisa menyaksikan ulang pertandingan hingga tujuh hari ke belakang jika download dan connect ID pelanggannya ke aplikasi Vision+.
"Dengan ini, pelanggan tidak akan ketinggalan momen bersejarah dalam pertandingan maupun best goal yang ditunggu-tunggu karena bisa disaksikan berulang-ulang,” ujar Adita.
Liga 1 2021/2022 direncanakan kick-off pada 27 Agustus mendatang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah mengeluarkan surat rekomendasi Liga 1 2021/2022 dan Liga 2 2021.
Rekomendasi BNPB ini akan menjadi syarat utama bagi PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menggelar kompetisi sepakbola.
Baca Juga: Liga 1 Bergulir 27 Agustus, Mental Pemain Borneo FC Jadi Sorotan Pelatih
Lewat surat yang ditujukan ke PSSI, Rabu (18/8/2021), BNPB setuju sepakbola bisa digelar lagi dengan syarat penerapan protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat.
"Satgas penanganan Covid-19 menyambut baik langkah saudara dengan melakukan pemberitahuan dan penerapan protokol kesehatan pada kegiatan Kompetisi Liga 1 dan Liga 2, yang akan diselenggarakan mulai 27 Agustus 2021 sampai dengan 30 April 2022," demikian pernyataan BNPB dalam surat rekomendasi tersebut.
Berita Terkait
-
Akhirnya! BNPB Terbitkan Surat Rekomendasi Liga 1 2021/2022 dan Liga 2 2021
-
Dinilai Punya Potensi, PSIS Semarang Rekrut Eks Gelandang Bali United
-
Kick-off Tinggal Sepekan, Stadion Pembuka Liga 1 Belum Juga Ditentukan
-
PSIS Resmi Rekrut Reza Irfana dari Bali United
-
Lerby Sebut Tiga Pemain Muda Bali United Ini Berbakat dan Berkomitmen
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Guncang Jakarta! Bintang Padel Dunia Lucas Bergamini Takjub dengan Antusiasme Pemain Indonesia
-
Terapkan Sistem Skor Baru BWF, UNS dan UII Berjaya di Campus League Badminton Semarang 2026
-
432 Atlet Siap Berangkat, Tim Indonesia Day Bakar Semangat Kontingen Jelang Asian Games 2026
-
Masjid Al-Alawi Banjarmlati, Sokoguru Penjaga Jejak Arsitektur Jawa Kediri
-
Samsung Galaxy Watch Ultra2: Jam Tangan Pintar Premium dengan Baterai 800 mAh, Harga Rp10 Jutaan
-
Prakiraan Cuaca: Pekanbaru Waspada Kabut Asap, Padang Hujan Disertai Petir
-
5 Fakta Aturan Kuota Internet Dilarang Hangus, Operator Wajib Sediakan Refund
-
Review Film 27 Steps of May: Perjalanan Panjang Berdamai dengan Trauma
-
Pemulihan Bencana Butuh Rp78 Triliun, Nepal Siap Terima Bantuan Luar Negeri
-
Bisnis Properti Makin Ketat, Komponen Kecil Ini Jadi Penentu Kualitas Bangunan