Suara.com - Shin Tae-yong sudah tiba di Jakarta sejak Rabu (18/8/2021) tetapi belum bisa memimpin Timnas Indonesia karena masih menjalani proses karantina sesuai protokol kesehatan Covid-19 Tanah Air.
Meski belum bisa bertatap muka, PSSI langsung membahas road map Timnas Indonesia dengan pelatih asal Korea Selatan itu. Pembahasan dilakukan secara virtual.
"Nanti akan meeting virtual dengan Departemen Teknik tentang TC Timnas Indonesia. Tunggu setelah meeting dengan Dirtek, baru dijadwalkan pemanggilan pemain," kata Sekjen PSSI, Yunus Nusi saat dihubungi awak media.
Hingga saat ini, Timnas Indonesia belum menggelar pemusatan latihan (TC). Program persiapan skuad Garuda jelang play-off Piala Asia 2023.
Di samping adanya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali, penyebab lain tersendatnya TC Timnas Indonesia adalah molornya kehadiran Shin Tae-yong di Indonesia.
Mantan pelatih Timnas Korea Selatan itu seharusnya sudah kembali pada 23 Juli, namun tertunda sampai tiga kali karena berbagai alasan.
Timnas Indonesia sudah ditunggu dua laga play-off Piala Asia 2023 kontra Taiwan. Sedianya, laga dua leg itu akan berlangsung pada 7 September dan 12 Oktober mendatang.
Namun, kabar terbaru menyebut pertandingan leg pertama yang akan berlangsung di Indonesia ditunda hingga Oktober setelah adanya kesepakatan dengan Federasi Sepakbola Taiwan (CFTA).
Selain play-off Piala Asia 2023, agenda lain Timnas Indonesia tahun adalah Piala AFF dan Kualifikasi Piala Asia U-23 2022.
Baca Juga: Kick-off Tinggal Sepekan, Stadion Pembuka Liga 1 Belum Juga Ditentukan
Berita Terkait
-
Mengenal Filanesia, Filosofi Sepak Bola Indonesia
-
Tinggalkan Timnas, Lee Jae-hong Doakan yang Terbaik untuk Sepak Bola Indonesia
-
Jelang Start Kompetisi, PSSI Kirim Ultimatum buat Klub yang Menunggak Gaji Pemain
-
JIS Diprioritaskan untuk Persija, Timnas Indonesia Harus Mengalah
-
Liga 1 Kini Bisa Ditonton di Mana Saja, Bila Ketinggalan Bisa Diulang
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
3 Two Way Cake untuk Kulit Berjerawat: Ringan Tanpa Menyumbat Pori-Pori!
-
Review Film 'Sajen Satu Suro': Bukan Sekadar Horor Mistis, Ini Sisi Gelap Dosa Manusia!
-
Tolak Daftar Grammy 2027, Bos Recording Academy Respons Keputusan BTS
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa
-
5 Sepatu Long Run Terbaik 2026, Nyaman untuk Latihan hingga Maraton
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza
-
Tayang 2027, Anime Bertema Musik Studio Cabana Buka Audisi Seiyu Utama Pria
-
IIF Genjot Pembiayaan Infrastruktur, Nilai Komitmen Baru Tembus Rp2,5 Triliun pada Semester I 2026
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap