Suara.com - Agen dari gelandang Chelsea dan Timnas Italia Jorginho mengkonfirmasi bahwa kliennya pernah coba didatangkan oleh Juventus ketika masih dilatih oleh Maurizio Sarri.
Dikutip dari football-italia, Senin (6/9/2021), Joao Santos sebagai agen dari Jorginho mengatakan Juventus pernah mempunyai kemungkinan untuk mendatangkan kliennya, tepatnya pada bursa transfer musim panas 2019.
"Dulu ketika Sarri adalah pelatih, ada kesempatan Jorginho akan datang ke Juventus," ungkap Santos kepada Radio Bianconera.
Santos melanjutkan, direktur dari Juventus sudah melakukan pendekatan karena adanya kesempatan saat itu. Jorginho sendiri memang pernah jadi anak didik Sarri di Napoli.
Selanjutnya, Santos menilai saat ini Jorginho memiliki kesempatan untuk mendapatkan Ballon d'Or karena raihan trofi yang sudah ia dapatkan tahun ini.
"Direktur Juventus sudah melakukan pendekatan, itu dulu ada kemungkinan. Saya pikir Jorginho memiliki kesempatan bagus untuk memenangi Ballon d'Or, karena kami biasanya berpikir Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo, tapi tahun ini tidak ada yang memenangkan lebih dari Jorginho," celoteh Santos.
Santos menjelaskan, Jorginho menyimpan keinginan untuk kembali ke Italia namun sang gelandang sentral masih terikat kontrak di Chelsea, dan ingin berusaha memenangi Piala Dunia 2022 terlebih dahulu bersama Italia.
Ia dan Jorginho akan melihat situasi bursa transfer ke depannya serta apa situasi yang terjadi di tempat lainnya.
"Dia memiliki kontrak dengan Chelsea sampai 2023. Tentu saja adalah mimpi baginya untuk kembali ke Italia, diharapkan setelah memenangi Piala Dunia," beber Santos.
Baca Juga: Mandul di Dua Laga Terakhir, Chiellini: Italia Sekarang Lebih Baik dari Euro 2020 Kok
"Kami harus melihat apa yang akan terjadi pada bursa transfer beberapa tahun ke depan dan apa situasi yang ada," tukasnya.
Jorginho tahun itu memang menjalani kesuksesan di level klub serta timnas, di mana ia berhasil membawa Chelsea menjuarai Liga Champions dan Timnas Italia kampiun Euro 2020.
Jorginho baru-baru ini bahkan sukses menyabet gelar pemain terbaik Eropa versi UEFA mengalahkan rekannya di Chelsea, N'Golo Kante dan gelandang Manchester City, Kevin De Bruyne.
Berita Terkait
-
Juventus Resmi Rekrut Zeki Celik Gratis, Bek Serbabisa Turki Dikontrak hingga 2029
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Berapa Nilai Transfer Elkan Baggott ke Millwall FC? Tembus Rekor Pribadi!
-
Tinggalkan Arsenal, Leandro Trossard Gabung Besiktas dengan Kontrak 3 Tahun
-
Xabi Alonso Minta Chelsea Pertahankan Enzo Fernandez, Dipagari Harga Rp2,9 Triliun
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F
-
Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra
-
Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil
-
Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang
-
Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026
-
Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis
-
Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026
-
Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru
-
Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital
-
DPR Sentil Pihak SPPG saat Rapat: 120 Juta Penerima Manfaat, Siapa yang Mau Diberi Makan?