Setelahnya, ia kembali bermain sebagai kiper. Alhasil catatan itu membuatnya menjadi top skor klub dengan status penjaga gawang.
Hebatnya, 12 gol tersebut ia cetak di musim perdananya bersama Luton Town.
3. Jose Luis Chilavert (Velez Sarsfield 1997-1998)
Rasanya aneh jika tak memasukkan nama Jose Luis Chilavert dalam daftar ini. sama seperti Ceni, Chilavert masuk dalam daftar kiper dengan torehan gol terbanyak sepanjang masa.
Saking banyaknya gol yang ia buat, Chilavert pernah menjadi top skor klub dalam satu musim kompetisi di mana saat itu ia membela tim asal Argentina, Velez Sarsfield pada musim 1997-1998.
Kala itu, Chilavert mencetak 10 gol dan menjadi pencetak gol terbanyak untuk tim yang berbasis di Buenos Aires tersebut.
4. Hans-Jorg Butt (Hamburg SV 1999-2000)
Hans-Jorg Butt dikenal sebagai eksekutor penalti andal untuk ukuran kiper dari Jerman. Bahkan karena kehebatannya mengeksekusi penalti, ia pernah menjadi top skor klubnya.
Pencapaian ini terjadi di musim 1999-2000 kala Butt membela Hamburg. Di musim tersebut, eks kiper Bayern Munchen ini mencetak 9 gol melalui titik putih.
Baca Juga: Profil Luuk de Jong, Striker Barcelona yang Disebut Koeman Lebih Berbahaya dari Neymar
9 gol itu menempatkannya sebagai top skor klub bersama dua penyerang Hamburg lainnya, Roy Praeger dan Anthony Yeboah.
Hebatnya lagi, kontribusi Butt membuat Hamburg mampu finis di posisi 3 besar Bundesliga Jerman 1999-2000.
5. Carlos Fenoy (Celta Vigo 1976-1977)
Pria yang bernama lengkap Carlos Alberto Fenoy Muguerza ini merupakan seorang kiper dan juga bisa berposisi sebagai gelandang kala bermain.
Karena kemampuannya menempati dua posisi, Carlos Fenoy pernah menjadi top skor Celta Vigo di musim 1976-1978.
Total 5 gol dicetak oleh Fenoy di mana 4 gol di antaranya dari titik putih dan 1 gol lainnya ia cetak lewat Rebound kala menghadapi Real Madrid.
Namun, jumlah gol Fenoy tak mampu membawa Celta Vigo bertahan di kasta teratas sehingga harus terdegradasi ke Segunda Division.
[Penulis: Zulfikar Pamungkas]
Berita Terkait
-
Rekor Ini Jadi Alasan Nadeo Argawinata Kiper Terbaik Super League 2025/2026
-
Kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam Tak Masuk Nominasi Terbaik Padahal Paling Sedikit Kebobolan
-
Kiper Jebolan Eropa Kaget dengan Kultur Serba Mobil di Indonesia: Minim Aktivitas Jalan Kaki
-
Kiper Kelahiran Hoorn: Tanpa Staf Pelatih Belanda, Saya Mungkin Tak ke Indonesia
-
Jose Luis Chilavert: Kiper Legendaris Paraguay Pencetak 67 Gol!
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Karier Cermerlang Mathew Baker, dari Kelompok Umur ke Timnas Indonesia Senior
-
Kecanduan Produk Barcelona, AS Monaco Kini Bidik Marc Casado
-
Petinggi Real Madrid Desak Florentino Perez Boyong Declan Rice
-
Lamine Yamal Sempat Takut Gagal Tampil di Piala Dunia 2026
-
Tak Masuk Skuad Timnas Indonesia, Ini Alasan Mees Hilgers Datang ke Jakarta Jelang FIFA Matchday
-
Skuad Final Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni: Mathew Baker Naik Kelas, Marselino Comeback
-
Jam Berapa Kick Off Timnas Indonesia vs Myanmar di Piala AFF U-19 2026 Malam Ini?
-
22 Pemain Dicoret John Herdman Termasuk Marc Klok, Eliano Reijnders hingga Jordi Amat
-
Ibrahima Konate Resmi Tinggalkan Liverpool, Sedih Tak Sempat Berpamitan dengan Suporter
-
Mathew Baker Promosi ke Timnas Indonesia Senior, Berpotensi Absen di Fase Grup Piala AFF U-19