Bola / Bola Dunia
Selasa, 16 Juni 2026 | 06:41 WIB
Kiper Cape Verde, Vozinha tampil impresif saat tahan imbang Spanyol. Ia ternyata mantan rekan setim Witan Sulaeman. (Instagram/@433)
Baca 10 detik
  • Kiper Cape Verde, Vozinha, meraih gelar pemain terbaik setelah menahan imbang Spanyol 0-0 di Piala Dunia 2026.
  • Vozinha menangis karena kakek dan neneknya telah tiada, serta ibunya terkendala visa untuk hadir di Atlanta.
  • Aksi gemilang tersebut membuat jumlah pengikut Instagram Vozinha melonjak drastis hingga mencapai tiga juta pengikut baru.

Suara.com - Perasaan emosional menyelimuti penjaga gawang veteran Cape Verde, Josimar Dias alias Vozinha sesaat setelah laga perdana Grup H Piala Dunia 2026 berakhir.

Kiper senior tersebut tertangkap kamera menitikkan air mata di lapangan setelah dinobatkan sebagai pemain terbaik atau Man of the Match dalam pertandingan bersejarah kontra Spanyol di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, pada Selasa (16/6/2026) dini hari WIB.

Tangisan haru tersebut pecah karena beberapa sosok paling krusial dalam hidupnya berhalangan menyaksikan pencapaian tertingginya secara langsung.

Dalam sebuah sesi wawancara mendalam seusai pertandingan, kiper berusia 40 tahun tersebut membeberkan alasan pilu di balik kesedihan yang menggelayuti hatinya di tengah momen perayaan prestasi mentereng tersebut.

"Saya menangis setelah pertandingan karena saya tumbuh besar bersama kakek dan nenek saya ketika masih kecil," ujar Vozinha dikutip dari The Athletic.

"Mereka tidak bisa menyaksikan momen ini karena telah meninggal beberapa tahun lalu," sambungnya.

Selain duka kehilangan figur kakek dan nenek, ia juga harus merelakan ketidahadirannya sang ibu di tribun penonton karena kendala administratif.

“Ibu saya juga tidak dapat hadir karena kendala visa serta biaya pengurusannya. Kami tidak sempat menyelesaikan proses tersebut tepat waktu,” lanjutnya.

Meskipun melakoni debut perdananya di panggung Piala Dunia pada usia yang tidak lagi muda, penjaga gawang bertinggi badan 189 sentimeter tersebut sama sekali tidak menunjukkan kegugupan.

Baca Juga: FIFA Didesak Pecat Shaun Evans Usai Tunjukkan Gestur Supremasi Kulit Putih

Berbekal pengalaman panjang bersama klub kasta kedua Liga Portugal, Chaves ia tampil spartan dengan menggagalkan tujuh peluang emas matang yang dilepaskan oleh barisan penyerang timnas Spanyol selaku juara bertahan Eropa.

Berkat ketangguhan luar biasa dari Vozinha di bawah mistar gawang, Cape Verde sukses menahan imbang Spanyol dengan skor kacamata 0-0.

Hasil seri ini dinilai sangat positif bagi skuad debutan tersebut untuk memulai kiprah mereka di kancah dunia.

Aksi brilian yang dipertontonkan oleh sang penjaga gawang seketika membuatnya viral dan menuai kekaguman luar biasa dari publik sepak bola global.

Sebelum sepak mula laga kontra Spanyol dimulai, jumlah pengikut akun Instagram pribadinya, @vozinha1 tercatat hanya berkisar di angka 46.000 pengikut.

Namun, segera setelah peluit panjang berbunyi, angka pengikutnya melejit tajam hingga menembus lebih dari 3 juta pengikut baru.

Angka popularitas ini diproyeksikan akan terus bertambah seiring dengan kiprahnya mengawal Cape Verde di sisa laga fase grup

Pada laga berikutnya, Cape Verde dijadwalkan akan bersua dengan tim kuat Amerika Latin, Uruguay pada Senin, 22 Juni 2026 pukul 05.00 WIB, di mana tambahan poin akan membuka peluang lebar bagi mereka untuk melenggang ke babak 32 besar.

Load More