Bola / bola-dunia
Arief Apriadi
Pelatih timnas Spanyol Luis Enrique (atas) memberi tepuk tangan kepada para pemainnya usai laga final UEFA Nations League di San Siro di Milan, pada 10 Oktober 2021. MIGUEL MEDINA / KOLAM RENANG / AFP.

Suara.com - Pelatih timnas Spanyol, Luis Enrique mengaku sedih timnya gagal juara UEFA Nations League usai dikalahkan Prancis dengan skor 1-2 dalam laga final di San Siro, Milan, Senin (11/10/2021) dini hari WIB.

Luis Enrique menganggap sepak bola terkadang tidak adil. Dia meyakini timnas Spanyol tampil baik dalam laga ini, tetapi detail kecil yang dibuat lini depan Prancis menentukan hasil akhir.

Timnas Spanyol tampil dominan dalam laga ini. Mereka juga mencetak gol lebih dulu lewat Mikel Oyarzabal pada menit ke-64.

Namun, timnas Prancis mampu bangkit setelah Karim Benzema menyamakan kedudukan dua menit berselang, sebelum Kylian Mbappe membawa tim Ayam Jantan menang lewat golnya pada menit ke-80.

Baca Juga: Belgia Dipastikan Tanpa Lukaku dan Hazard Saat Hadapi Italia

"Terlepas dari siapa yang kami lawan, atau situasi apa, kami selalu mencoba bermain dengan cara kami – dengan keberanian, menyerang dengan ambisi," kata Luis Enrique dikutip dari laman resmi UEFA.

"Jadi malam ini bukan tentang rasa sakit kekalahan, ini juga tentang sedikit rasa kesedihan karena kampi menunjukan performa yang baik."

"Ketidakadilan sepak bola adalah bahwa kami memiliki kesempatan untuk mengalahkan Prancis ketika kami unggul 1-0, tetapi Benzema melakukan sesuatu yang luar biasa," tambahnya.

Timnas Spanyol sejatinya melaju ke final UEFA Nations League dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan jawara Euro 2020, Italia.

Italia yang sempat mengukir rekor 37 pertandingan tak terkalahkan, digebuk timnas Spanyol dengan skor dengan skor 1-2 di semifinal, 7 Oktober lalu.

Baca Juga: Cedera Otot, Romelu Lukaku dan Eden Hazard Terpaksa Absen dari Belgia

Komentar