Suara.com - Cristiano Ronaldo memastikan dirinya masih belum berfikir untuk pensiun dari tim nasional Portugal dan masih termotivasi meski sudah menginjak usia 36 tahun.
Pada September lalu, Ronaldo bahkan mencatatkan rekor individu sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di level internasional dengan 111 gol.
Ronaldo melewati rekor 109 gol dari legenda Iran, Ali Daei yang bertahan sejak 2006.
Ronaldo menegaskan bahwa dia masih haus prestasi jelang Piala Dunia 2022 di Qatar yang digelar pada Desember.
"Kenapa saya harus pensiun sekarang? Saya pikir ini bukan waktunya. Ini bukan hal yang diputuskan orang lain, itu akan jadi pilihan pribadi saya,” ucap Ronaldo kepada Sky Sports saat ditanya terkait kemungkinannya pensiun dari timnas Portugal, pada Jumat (22/10).
“Saat (saya memutuskan pensiun) itu adalah ketika saya merasa sudah tidak mampu untuk berlari, menggiring bola, menendang, bila tidak ada lagi kekuatan untuk terus melanjutkan. Namun, saya masih memiliki kemampuan itu, jadi saya ingin melanjutkannya. Saya masih termotivasi.”
“Itu kata utama – (termotivasi) untuk melakukan tugas saya, untuk membuat orang-orang, keluarga, fans dan saya sendiri bahagia. Saya ingin menempatkan diri di level yang lebih tinggi lagi.”
“Anda bicara tentang Portugal, tetapi di Liga Champions saya mencetak gol terbanyak, kemenangan terbanyak, assist… semuanya.”
“Saya ingin melanjutkannya. Saya suka bermain sepak bola. Saya senang membuat orang bahagia,” tutupnya seperti dimuat Antara.
Baca Juga: Jelang MU vs Liverpool, Solskjaer Belum Bisa Pastikan Mainkan Bruno Fernandes
Ronaldo membuktikan perkataannya baru-baru ini setelah membantu United "comeback" setelah tertinggal dua gol lawan Atalanta di Liga Champions.
Pemain berjuluk CR7 tersebut akan kembali diandalkan Manchester United saat mereka menjamu rival mereka, Liverpool di Old Trafford dalam lanjutan Liga Premier Inggris pada Minggu (24/10).
Berita Terkait
-
Cristiano Ronaldo Jelang Laga Pertama Portugal di Piala Dunia 2026: Saatnya Berikan Segalanya
-
Cristiano Ronaldo Masih Main untuk Portugal di Piala Dunia 2026, Ini Kata Bruno Fernandes
-
Ruben Amorim Resmi Jadi Pelatih Baru AC Milan, Ambisinya Terwujud
-
Sudah Dua Kali Berhadapan, Striker Kongo Tak Sabar Hadapi Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026
-
2026 Tahun Terakhir Melihat Messi dan Ronaldo di Piala Dunia: Akhir dari Sebuah Era?
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Jelang Debut Bersejarah di Piala Dunia 2026, Kapten Yordania Tegaskan Skuadnya Tanpa Beban
-
Kylian Mbappe Lampaui Rekor Gol Lionel Messi di Piala Dunia
-
Tottenham Masuk Perburuan Sandro Tonali, Newcastle United Pasang Harga Selangit
-
Kylian Mbappe: Kalau Mau Bungkam Semua Kritikus, Saya Harus Main Sampai Umur 80 Tahun
-
Kalah dari Prancis, Edouard Mendy Sesalkan Senegal yang Gagal Tingkatkan Level Permainan
-
Son Heung-min Jadi Korban Ejekan, Timnas Korea Selatan Boikot Media di Piala Dunia 2026
-
Cristiano Ronaldo Jelang Laga Pertama Portugal di Piala Dunia 2026: Saatnya Berikan Segalanya
-
Didier Deschamps Ungkap Kunci Kemenangan Prancis atas Senegal, Perubahan Posisi Jadi Penentu
-
Lionel Messi Starter, Argentina Turunkan Kekuatan Terbaik Lawan Aljazair
-
Hasil Piala Dunia 2026: Erling Haaland Cetak Brace, Irak Jadi Wakil Asia yang Pertama Kali Kalah