Suara.com - Barcelona menelan kekalahan di ajang El Clasico kontra rival abadi mereka Real Madrid. Dalam laga yang digelar di Camp Nou, Minggu (24/10/2021), tim besutan Ronald Koeman dipaksa menyerah dengan skor 1-2.
Menanggapi hasil pertandingan, Koeman mengatakan jika permainan Real Madrid tak lebih bagus dari Barcelona. Menurutnya, jika saja Barca memecah kebuntuan lebih dulu, hasil pertandingan mungkin saja berbeda.
“Saya memahami rasa frustrasi orang-orang, tetapi hari ini kami telah menunjukkan bahwa kami tidak kalah bagus dari Real Madrid,” kata Koeman saat konferensi pers pasca-pertandingan.
“Jika kami membuat skor menjadi 1-0 dan tidak kebobolan, semuanya akan berubah," sambungnya dikutip Marca, Senin (25/10/2021).
“Memang benar bahwa kami bagus di babak pertama dan kami mengendalikan permainan dengan baik. Kami memiliki peluang besar untuk memimpin.
Semuanya akan berubah."
“Tetapi di babak kedua, mereka telah melakukan bagian mereka dan bertahan dengan baik dan kami gagal menebar ancaman."
“Anda harus waspada dengan serangan balik mereka. Tim melakukan yang terbaik untuk bermain imbang. Kami kecewa dengan hasilnya tetapi tidak dengan apa yang telah kami lakukan sebagai tim."
"Mereka memiliki peluang, tetapi ini adalah pertandingan yang seimbang dan ketika ini terjadi, sangat penting untuk mencetak gol terlebih dahulu. Mereka berbahaya dalam serangan balik."
Dalam laga itu, Real Madrid memang lebih banyak bertahan dan kerap melancarkan serangan balik cepat yang sangat efisien. Sementara Barcelona, diakui Koeman, masih kurang tajam di lini depan.
Baca Juga: Real Madrid Tekuk Barcelona di Camp Nou, Ancelotti Senang Raih Tiga Poin di El Clasico
“Itu berarti kami menguasai banyak bola dan kami harus meningkatkan hal-hal dalam serangan, seperti umpan terakhir kami, umpan silang terakhir, posisi di area penalti,” tambah Koeman.
"Saya mengirim Luuk de Jong. Saya tidak suka ketika orang banyak bersiul pada pemain. Anda harus membantu dan mendukung pemain [yang bermain untuk] tim Anda."
Dalam laga tersebut Real Madrid unggul lebih dulu lewat gol David Alaba di menit 32, sebelum digandakan oleh Lucas Vazquez di menit 90+3. Sedangkan satu gol balasan tuan rumah dicetak oleh Sergio Aguero di menit 90+7.
Dengan kekalahan mengecewakan ini, Barcelona yang mengoleksi 15 poin dari sembilan pertandingan terpaku di peringkat kesembilan papan klasemen La Liga.
Berita Terkait
-
Semifinal Piala Dunia 2026: Barcelona Jadi Tim Penyumbang Pemain Terbanyak
-
Performa Bellingham Bikin Supoter Timnas Inggris Geleng-geleng: Sukar Dipercaya!
-
Bukan Spanyol, Ini Alasan Legenda Real Madrid Jagokan Perancis Juara Piala Dunia 2026
-
Imbas Prancis Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026, Laga Barcelona di La Liga Resmi Ditunda
-
Out of the Box! Sarina Wiegman Didorong Jadi Pelatih Belanda Gantikan Ronald Koeman
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Intip Peluang Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030 usai FIFA Bahas Format 64 Peserta
-
Perkuat Lini Depan, Kendal Tornado FC Datangkan Striker Rizky Dwi Pangestu
-
Ironi Stadion Dallas: Rumput Hasil Riset 5 Tahun akan Dibongkar Usai Duel Prancis vs Spanyol
-
Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia, Erick Thohir Beri Pesan Tegas
-
Tensi Panas Ruang Ganti Inggris Jelang Hadapi Argentina, Thomas Tuchel Adu Argumen dengan Pemain
-
Prancis vs Spanyol: Les Bleus di Antara Dendam dan Misi Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
-
John Herdman Dibuat Kecewa Jelang Piala AFF 2026, Kenapa?
-
Piala AFF 2026 di Mata John Herdman: Lebih dari Sekadar Gengsi Asia Tenggara
-
Reuni di Fortuna Sittard, Ole Romeny Tak Sabar Satu Lapangan dengan Justin Hubner
-
Kalem Jelang Lawan Inggris, Lionel Scaloni: Hanya Pertandingan Semifinal Biasa