Suara.com - Dokter tim PSS Sleman Elwizan Aminuddin menjelaskan hasil pemeriksaan lanjutan atas cedera yang dialami wonderkid PSS Sleman, Saddam Gaffar.
Selain Saddam, Elwizan juga mengabarkan perkembangan kondisi pemain muda lainnya Rizza Fadillah, yang sebelumnya juga dilaporkan cedera.
Elwizan Aminuddin menjelaskan kedua pemain tersebut butuh waktu enam hingga delapan bulan untuk bisa melakukan aktivitas normal seperti berlatih dan kembali bermain sepak bola.
Namun, waktu tersebut baru perkiraan. Proses pemulihan bisa lebih lama tergantung kondisi kedua pemain muda tersebut.
"Kebetuan kasusnya sama-sama tumpuan sehingga hasil MRI-nya pun cenderung sama, yaitu menunjukan bahwa salah satu ligamen ACL terjadi robekan atau putus total dan menescus terjadi robekan walaupun tingkatannya masih satu atau dua," kata Elwizan dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Jumat (12/11/2021).
"Untuk case pada Saddam diwajibkan tindakan selanjutnya yaitu atroskopi rekonstruksi ACL," ia menambahkan.
"Namun hal tersebut tergantung dari controling rasa traumatik masing-masing pemain. Baik Saddam dan Rizza jika bisa melakukan kontrol penuh terhadap traumatiknya tersebut dengan baik, waktu 6 bulan sudah bisa kembali," jelasnya.
"Sebaliknya tidak mampu, membutuhkan waktu lebih lama lagi delapan hingga sepuluh bulan," pungkasnya.
Dengan kata lain, Saddam dan Rizza harus mengakhiri BRI Liga 1 2021/2022 lebih cepat. Pasalnya, kompetisi kasta tertinggi di Indonesia itu dijadwalkan selesai Maret tahun depan.
Baca Juga: Ezra Walian: Vietnam dan Malaysia Pikir Timnas Indonesia Kuat
Adapun saat ini Super Elang Jawa --julukan PSS-- berada di peringkat 10 klasemen sementara BRI Liga 1. Tim asuhan Dejan Antonic mengantongi 14 poin dari 11 pertandingan.
Berita Terkait
-
Berstatus Juara, Garudayaksa FC Siap Bersaing di Super League 2026-2027
-
PSSI Ingatkan Sepak Bola Indonesia Masih Diawasi FIFA Usai Ricuh Suporter
-
Persaingan Makin Panas, Ini Nominasi Penghargaan Individu Pegadaian Championship 2025/2026
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Jadwal Hidup Mati Championship, Garudayaksa FC vs PSS Sleman di Final, Persipura Tantang Adhyaksa FC
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jelang Hadapi Maroko, Carlo Ancelotti Ingatkan Pemain Brasil Soal Ini
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?
-
Ngeri! Mayat Dalam Bagasi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran
-
Ramalan Kabala Nostradamus: Dua Raksasa Ini Bakal Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Tak Hanya Jago Taktik, Skill Poliglot Carlo Ancelotti Bisa Jadi Senjata Rahasia Brasil
-
Disia-siakan Arsenal! Folarin Balogun Jelmaan Ian Wright yang Mengamuk di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Brasil vs Maroko: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti