Suara.com - Wasit-wasit BRI Liga 1 2021/2022 diklaim merasa terhina dan geram dengan pengakuan sosok Mr. Y, yang mengaku sebagai perangkat pertandingan di kompetisi kasta teratas sepak bola Tanah Air.
Mr. Y, yang identitas aslinya disembunyikan saat melakukan pengakuan di acara Mata Najwa beberapa waktu lalu, menyebut dirinya terlibat dalam pengaturan skor di BRI Liga 1 musim ini.
Pengakuan itu ditanggapi wasit-wasit BRI Liga 1 dengan geram lantaran isu itu membuat citra mereka secara tak langsung ikut tercoreng.
"Soal Mr Y bahwa dia perangkat pertandingan wasit Liga 1 atur skor itu kami pertanyakan, apa benar? Kenapa sulit beri informasinya? Kalau takut diancam silakan ke polisi," kata Ketua Umum, PSSI Mochamad Iriawan saat ditemui awak media, Senin (15/11/2021).
“Nah wasit (Liga 1) ini 50 orang komplain, merasa terhina, mereka nggak merasa begitu. Mereka ingin tahu siapa itu sebenarnya? buka dong."
"Nah Pak (Ahmad) Riyadh sebagai Ketua Komite Wasit berdiskusi dengan Exco, kami ingin bongkar itu dan usut setuntas-tuntasnya," sambungnya.
Lebih lanjut, sosok yang akrab disapa Iwan Bule itu menyebut PSSI sudah melaporkan permasalahan ini kepada pihak kepolisian.
"Kami tak ingin gugat Mata Najwa. Kami ingin buka semua itu wasit atau bukan, kalau benar serahkan kepada polisi, termasuk Mr X. Kalau ada indikasi Liga 1 bermain, ya tak boleh lah. Tapi jangan orang difitnah," ungkap Iriawan.
“Pasti wasit-wasit akan komplain, banyak (komplain) kepada saya: saya tak ke sana pak Ketum, saya gak enak dituduh begini. Karena wasit Liga 1 ada 48-50, mereka tanya itu. Mereka komplain," pungkasnya.
Baca Juga: Babak Kedua!! Link Live Streaming Persis Solo Vs PSIM Yogyakarta, Segera Saksikan
Terlepas dari pernyataan ketua umum PSSI, kompetisi sepak bola Tanah Air nyatanya memang masih belum bisa lepas dari mafia bola dalam hal ini pengaturan skor.
Di Liga 2 2021, dugaan pengaturan skor mencuat setelah klub Perserang Serang melaporkan aksi nakal tersebut.
Perserang beberapa waktu lalu disebutkan bahwa ada pihak luar, yang hingga kini masih menjadi misteri, meminta kepada pemainnya untuk mengalah dalam beberapa pertandingan di Liga 2, seperti melawan Persekat Tegal, Rans Cilegon FC, dan Badak Lampung FC.
Pemain yang terlibat pun sudah dipecat secara tidak hormat dari Perserang. Mereka adalah Eka Dwi Susanto, Fandy Edy, Ivan Julyandhy, Aray Suhendri, dan Ade Ivan Hafilah.
Akibat tindakan ini, Komdis PSSI pun menggelar sidang membahas dugaan pengaturan skor. Hasilnya, lima mantan pemain Perserang dijatuhi sanksi hukuman dilarang bermain.
Setelah disidangan dari bukti-bukti yang ada, Komdis pun memberikan sanksi kepada lima orang yang diputuskan bersalah. Hukuman diberikan berdasarkan kode disiplin PSSI tahun 2018.
Dari sanksi yang dikeluarkan, terberat yaitu tidak bisa beraktivitas dalam sepak bola di bawah naungan PSSI dan larangan masuk stadion selama 60 bulan. Selain itu juga harus membayar denda sebesar Rp30 juta.
Tag
Berita Terkait
-
Kemungkinan Sandy Walsh dan Jordi Amat Berseragam Timnas Indonesia Masih Dipelajari PSSI
-
Kalahkan Persis Solo, Seto Nurdiyantoro Apresiasi Kinerja Pemain PSIM Yogyakarta
-
Ketum PSSI: Shin Tae-yong Usulkan Beberapa Pemain untuk Naturalisasi
-
Timnas Indonesia U-18 Bertolak ke Turki, Berikut Daftar 36 Pemain yang Ikut TC
-
PSSI Tunjuk Yoyok Sukawi sebagai Pelaksana Tugas Ketua Asprov Jateng
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Pundit Belanda Desak Maarten Paes Cs Tak Lagi Dilatih Fred Grim
-
Snoop Dogg Bikin Heboh di Swansea City, Pelatih Lawan Spill Bau Tak Biasa di Lorong Stadion
-
Maarten Paes Baru Debut di Ajax, Posisinya Justru Terancam Karena Kebijakan Jordi Cruyff
-
Inter Milan Disingkirkan Bodo/Glimt, Cristian Chivu Bakal Diganti Diego Simeone?
-
Jelang Juventus vs Galatasaray, Okan Buruk Ingatkan Victor Osimhen Cs Tetap Injak Bumi
-
4 Bintang Naturalisasi Timnas Indonesia yang Memilih Menjadi Mualaf
-
3 Pemain Timnas Indonesia Berjuang untuk Terhindar dari Zona Degradasi
-
70 Orang Tewas, Jalanan Meksiko Jadi Arena Pembantaian, FIFA Cuma Bilang Begini
-
Mimpi Piala Dunia 2030, Ini 11 Pemain Keturunan Baru yang Bisa Perkuat Timnas Indonesia
-
Alex Noerdin Wafat, 3 Jejaknya di Sepak Bola: Dari Sriwijaya FC hingga Coba Datangkan Ronaldinho