Suara.com - Enes Sali menjadi buah bibir pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa antara Rumania vs Liechtenstein, Senin (15/11/2021) dini hari WIB.
Penggawa Romania tersebut mencatatkan rekor baru sebagai pemain Eropa termuda yang tampil di pertandingan internasional.
Enes Sali masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-82 dan membantu Romania mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 2-0.
Tercatat, Enes Sali memainkan laga internasional untuk Romania saat usianya baru 15 tahun, 8 bulan, dan 22 hari.
Menurut catatan Footballtransfers.com, Enes Sali mengalahkan rekor pemain termuda yang menjalani laga internasional sebelumnya yaitu Martin Odegaard saat tampil untuk Norwegia pada 2014.
Bukan hanya itu, Enes Sali juga tercatat sebagai pemain termuda yang membela Timnas Rumania. Berikut profil dari Enes Sali yang dilansir dari berbagai sumber.
Profil Enes Sali
Enes Sali lahir di Toronto, Kanada, pada 23 Februari 2006. Dia menimba ilmu sepak bola di klub asal Kanada, Woodbridge Strikers sejak kecil.
Talentanya kemudian tercium oleh pencari bakat Barcelona hingga akhirnya pada 2015. Barcelona tertarik mendatangkan Sali, namun terkendala hukum dan birokrasi karena usianya yang masih muda, terlebih FIFA sangat ketat pada transfer anak di bawah umur.
Akhirnya Sali bergabung dengan akademi La Masia pada 2017 hingga 2018. Meski hanya sebentar, dia mengaku banyak belajar dari para pemain bintang Barcelona saat itu macam Lionel Messi, Neymar, hingga Andres Iniesta.
Karena Barcelona tak bisa merekrut pemain di bawah umur saat itu, keluarga Sali akhirnya mencari jalan baru dengan pulang kembali ke Rumania dan memasukkan sali ke akademi sepak bola milik legenda sepak bola Rumania, Gheorghe Hagi.
Enes Sali bergabung dengan Academia Hagi pada 2018. Dia membuktikan diri sebagai salah satu talenta muda yang begitu potensial di sana.
Setelah tiga musim berada di Academia Hagi, Enes Sali kemudian pindah ke FCV Farul Constanta, klub yang mentas di kompetisi teratas sepak bola Romania.
Meski masih sangat muda, Enes Sali mendapat kepercayaan untuk membela tim utama Farul Constanta. Di musim 2021/22 dia sudah bermain 8 kali dengan mencetak 1 gol.
Gol itu sekaligus mengantarkan Enes Sali menorehkan rekor sebagai pencetak gol termuda di kompetisi sepak bola teratas Romania.
Pada 3 November lalu, Enes Sali secara mengejutkan dipanggil untuk memperkuat Timnas Rumania yang akan berlaga di Kualifikasi Piala Dunia zona Eropa dan menjalani debutnya saat menghadapi Liechtenstein.
Kontributor: Aditia Rizki
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
Mesir Tuduh Piala Dunia Diseting untuk Argentina: Dunia Memang Tak Adil, Kenapa di Olahraga Juga?
-
Lengkap! Daftar 8 Tim dan Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026
-
Lionel Messi Lampaui Diego Maradona, Kembali Ukir Rekor Baru di Piala Dunia 2026
-
Profesor Olahraga Soroti Integritas FIFA, Kontroversi Argentina vs Mesir Rusak Kepercayaan Publik
-
Christian Pulisic Kecewa Berat, Amerika Serikat Akhiri Piala Dunia 2026 Secara Tragis
-
Bruno Fernandes Yakin Portugal Bisa Juara Piala Dunia Tanpa Cristiano Ronaldo
-
Belum Kebobolan di Piala Dunia 2026, Marc Cucurella Pede Spanyol Bisa Jadi Juara
-
Murat Yakin Akui Swiss Beruntung Singkirkan Kolombia, Kini Siap Tantang Argentina
-
Tangis Mostafa Zico Usai Didepak Argentina: Wasit Rampok Kerja Keras Bangsa Mesir!
-
Penantian 72 Tahun Berakhir, Granit Xhaka Sebut Skuad Swiss Sekarang Sangat Luar Biasa