Bola / Bola Dunia
Rabu, 08 Juli 2026 | 10:08 WIB
Pelatih Swiss Murat Yakin (Kiri) berbicara dengan gelandang Swiss Granit Xhaka selama sesi latihan MD-1 di Stadion auf der Waldau di Suttgart pada 28 Juni 2024, menjelang pertandingan sepak bola babak 16 besar UEFA Euro 2024 melawan Italia. Fabrik COFFRINI / AFP
Baca 10 detik
  • Timnas Swiss menembus perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Kolombia lewat adu penalti di BC Place Stadium.
  • Keberhasilan ini mengakhiri penantian selama 72 tahun bagi Swiss untuk kembali mencapai babak delapan besar Piala Dunia.
  • Swiss dijadwalkan menghadapi juara bertahan Argentina di Stadion Arrowhead pada Minggu, 12 Juli mendatang untuk babak perempat final.

Suara.com - Timnas Swiss mengukir sejarah baru setelah memastikan satu tempat di babak perempat final Piala Dunia 2026 dengan menyingkirkan Kolombia secara dramatis.

Keberhasilan tersebut mengakhiri penantian panjang Die Nati selama 72 tahun untuk kembali menembus babak delapan besar Piala Dunia.

Pelatih Swiss, Murat Yakin, mengaku puas karena strategi yang telah disiapkannya berjalan sesuai rencana.

Mengutip laman resmi FIFA, Yakin menilai kombinasi pengalaman para pemain senior dan perubahan taktik pada babak kedua menjadi kunci keberhasilan timnya.

"Di awal pertandingan, kami membutuhkan pengalaman dan mentalitas yang tepat, kemudian pada babak kedua kami melakukan pergantian pemain yang memberikan kami kendali lebih besar," ujar Murat Yakin.

Granit Xhaka menyebut skuad Timnas Swiss saat ini sebagai generasi spesial usai mengakhiri penantian 72 tahun menuju perempat final Piala Dunia 2026. [Dok. IG swissnatimen]

Laga babak 16 besar yang berlangsung di BC Place Stadium, Vancouver, berjalan ketat. Kedua tim bermain imbang tanpa gol selama 120 menit sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.

Swiss akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3 pada babak adu penalti.

Murat Yakin Puji Mentalitas Pemain

Yakin memberikan apresiasi kepada Granit Xhaka dan rekan-rekannya yang tetap tenang saat menjalani adu penalti.

Baca Juga: Deretan Kontroversi Kemenangan Argentina atas Mesir: Dari Gol Dianulir hingga Hujan Kartu Kuning

Meski strategi tim berjalan sesuai rencana, pelatih berusia 51 tahun itu mengakui faktor keberuntungan juga turut membantu Swiss meraih kemenangan.

"Anda tentu selalu memiliki rencana, dan ketika rencana itu akhirnya berhasil rasanya jauh lebih memuaskan. Namun, tentu saja hari ini kami juga sedikit beruntung karena itu adalah bagian dari sepak bola," ungkap Yakin.

Menurutnya, kemenangan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang mampu menjaga disiplin permainan sepanjang pertandingan.

Tantangan Berat Menanti Argentina

Lolos ke perempat final membuat Swiss kini dihadapkan pada ujian yang lebih berat.

Die Nati dijadwalkan menghadapi juara bertahan Argentina pada babak perempat final yang akan digelar di Stadion Arrowhead, Kansas, Minggu (12/7) pukul 08.00 WIB.

Perjalanan Swiss di Piala Dunia 2026 terus mencuri perhatian karena mereka berhasil membuktikan bahwa organisasi permainan yang solid mampu bersaing dengan tim-tim unggulan.

Kini, publik menantikan apakah skuad asuhan Murat Yakin mampu kembali menciptakan kejutan saat menghadapi Lionel Messi dan kolega, demikian Antara.

Load More